14.504 Mahasiswa Rampungkan Kampus Mengajar, Berkontribusi Atasi Learning Loss

Selasa, 06 Desember 2022 - 06:10 WIB
loading...
14.504 Mahasiswa Rampungkan...
Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam pada Penarikan Peserta Kampus Mengajar 4. Foto/Kemendikbudristek.
A A A
JAKARTA - Program Kampus Mengajar angkatan 4 telah berakhir. Mahasiswa Kampus Mengajar telah menyelesaikan tugasnya dan berdampak pada pembelajaran di 2.876 SD dan SMP yang tersebar di seluruh Indonesia selama 5 bulan. Program Kampus Mengajar angkatan 4 diikuti oleh 14.504 mahasiswa yang berasal dari 559 perguruan tinggi .

Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam mengungkapkan program Kampus Mengajar berhasil mengurangi kesenjangan pembelajaran (learning loss) akibat pandemi Covid-19. Nizam menyebut, hasil asesmen yang dilakukan terhadap program Kampus Mengajar menunjukkan bahwa program ini sukses meningkatkan pemahaman literasi dan numerasi siswa di SD dan SMP.

Baca juga: Beri Panggung Bagi Komunitas Seni di Bandung, UNPAR Gelar Festival Seni Artsperiment Dengung

Nizam menambahkan program Kampus Mengajar merupakan bentuk kolaborasi erat antara mahasiswa dengan guru-guru di sekolah. Dengan bertugas sebagai mitra guru, mahasiswa berkesempatan untuk mendarmabaktikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah didapat di perguruan tingginya masing-masing. Lebih jauh, mahasiswa bersama-sama dengan guru merancang strategi pembelajaran yang kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan, serta mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yang memberikan ruang luas untuk pengembangan potensi diri siswa.

“Semoga program ini terus bisa memberikan manfaat bagi semuanya, baik bagi mahasiswa, maupun bagi sekolah. Saya juga ingin menyampaikan apresiasi kepada para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang telah mendampingi adik-adik mahasiswa selama mengikuti program Kampus Mengajar,” tutup Nizam, melalui siaran pers, Selasa (6/12/2022).

Plt. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani mengatakan program Kampus Mengajar sebagai bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan solusi yang ditawarkan oleh Kemendikbudristek untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, serta meningkatkan literasi dan numerasi mahasiswa di satuan pendidikan sasaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Itu Kampus Berdampak...
Apa Itu Kampus Berdampak yang Diluncurkan Kemendikti pada Hari Pendidikan Nasional 2025?
Libur Sekolah Selama...
Libur Sekolah Selama Ramadan 2025 Berisiko Sebabkan Learning Loss
Universitas Darunnajah...
Universitas Darunnajah Buka Program MBKM Santri Mengabdi
MBKM Mandiri di Garut...
MBKM Mandiri di Garut Dukung OVOP Desa Sukamukti Menuju Pasar Global
SKB CPNS Kemendikbudristek...
SKB CPNS Kemendikbudristek 2024, Cek Rangkaian Tes dan Bobot Penilaiannya
3 Inisitif Pemda dan...
3 Inisitif Pemda dan Sekolah untuk Mendukung Pendidikan Literasi Finansial
Nadiem Berharap Divonis...
Nadiem Berharap Divonis Bebas Murni di Kasus Chromebook
Respons Pleidoi Nadiem,...
Respons Pleidoi Nadiem, Jaksa: Tidak Berdasarkan Fakta Persidangan
Aktivis hingga Eks Pimpinan...
Aktivis hingga Eks Pimpinan KPK Serahkan Amicus Curiae Perkara Korupsi Chromebook
Rekomendasi
Rusia Sebut Selat Hormuz...
Rusia Sebut Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir'-nya Iran
Asian Boxing U19 & U23...
Asian Boxing U19 & U23 Championships 2026, Perbati Pastikan Penyelenggaraan Berstandar Internasional
Kritik Zlatan Ibrahimovic:...
Kritik Zlatan Ibrahimovic: Ego Tinggi Ronaldo Sulitkan Portugal di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
SPMB PJJ Diresmikan,...
SPMB PJJ Diresmikan, Siap Jangkau Jutaan Anak Tidak Sekolah
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
KJP Plus Tahap 1 2026...
KJP Plus Tahap 1 2026 Sudah Cair, Cek Rincian Dana yang Diterima Siswa
Peneliti BRIN Siti Zuhro:...
Peneliti BRIN Siti Zuhro: Daerah Maju Kuncinya Inovasi dan Gotong Royong, Stop Mengeluh!
Sukun Disebut Superfood...
Sukun Disebut Superfood Lokal Indonesia, Guru Besar IPB Beberkan Keunggulannya
Kisah Mikail Fajar,...
Kisah Mikail Fajar, Siswa SMK dengan Bakat Seni yang Berhasil Tembus ITB Lewat SNBP 2026
Infografis
Atasi Banjir Jakarta,...
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi Tiga Sungai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved