Gandeng Universitas, NBRI Wadahi Penelitian Terbaru Material Maju

Kamis, 15 Desember 2022 - 14:35 WIB
loading...
Gandeng Universitas,...
International Conference on Advanced Materials & Technology (ICAMT) 2022 membahas mengenai material maju dan baterai. Foto/Ist.
A A A
JAKARTA - ICAMT 2022 mempertemukan peneliti dan narasumber untuk mendiskusikan pengembangan penelitian material maju dan teknologi baterai di dunia. Peneliti dan mahasiswa dari tujuh universitas diundang untuk mempresentasikan idenya.

International Conference on Advanced Materials & Technology (ICAMT) 2022 digagas oleh National Battery Research Institute (NBRI) berkolaborasi dengan Queen Mary University of London (QMUL), Material Research Society Indonesia (MRS-INA), International Union of Material Research Societies (IUMRS), dan Assosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) dan diselenggarakan di Jakarta, 14-15 Desember 2022.

Founder of the NBRI Prof Dr rer. Nat. Evvy Kartini mengatakan, NBRI juga mengundang finalis dari 7 universitas untuk mempresentasikan riset dan inovasinya terkait pengembangan baterai di hadapan peserta ICAMT 2022. Dari riset yang dilakukan mahasiswa tersebut Prof Evvy berharap ada industry yang tertarik untuk mengembangkan hasil riset lebih lanjut menjadi produk.

Baca juga: Harumkan Indonesia, Dosen Teknik Kelautan ITS Juarai Kompetisi Karate di Uzbekistan

“Para mahasiswa ini nantinya akan mempresentasikan ide-idenya di hadapan industri. Kami berharap ada industri yang tertarik untuk mengembangkannya lebih lanjut,” katanya, dalam keterangan resmi, Kamis (15/12/2022).

Konferensi tahunan yang digelar sejak 2021 ini bertujuan mempertemukan dan mendiskusikan ide-ide penelitian terkini dan mendorong kolaborasi dalam bidang material maju dan baterai dari hulu ke hilir dari para ahli baik lokal maupun internasional.

“Dalam konferensi ini kami mengundang expert dari 10 negara dan peserta dari seluruh dunia baik secara offline maupun online. Diharapkan ICAMT 2022 dapat memberikan output dan outcome yang bermanfaat bagi semua pihak,” ujarnya.

Dalam konferensi ICAMT 2022, jumlah paper penelitian yang diajukan mencapai lebih dari 25 naskah. Paper penelitian tersebut berasal dari berbagai kalangan seperti universitas, pemerintah, peneliti, dan industri baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Selama mengikuti ICAMT 2022, lanjutnya, para peserta memiliki kesempatan tidak hanya mendengarkan, namun juga mempresentasikan gagasan mereka, serta mendaftarkan paper mereka di jurnal internasional.
Guna mendiskusikan status terkini mengenai pengembangan penelitian-penelitian material maju dan teknologi baterai di dunia. ICAMT 2022 menghadirkan narasumber antara lain Prof. Irwandy Arief (Staf khusus Kementerian ESDM/Professor ITB), dan Komjen. Pol. Purn. Nanan Sokarna (Ketua Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia).

Baca juga: Perbedaan NISN dan NPSN sebagai Syarat SNBP-SNBT 2023, Jangan Salah Ya

Narasumber lainnya adalah Prof. Neeraj Sharma (Direktur Australian Battery Society (ABS), Prof. Stefan Adams (Associate Professor dari Materials Science & Engineering, National University of Singapore), Yong-kai Zhou (Thermo Fisher Scientific), Prof. Rodrigo Martins (Presiden International Union of Material Research Societies (IUMRS).

Bersamaan dengan event ICAMT 2022, NBRI juga menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) 2022: Battery Technology from Upstream to Downstream dengan jumlah peserta 30 orang dari berbagai institusi, mulai dari industri pertambangan, pemerintah, ataupun peneliti.

Tema utama dari TOT 2022 difokuskan pada teknologi baterai dari hulu ke hilir, meliputi pengolahan bahan baku, kebijakan dan regulasi, pengolahan nikel, prospek nikel, komponen baterai lithium-ion, teknologi baterai masa depan, pemrosesan teknologi, pembuatan baterai, aplikasi baterai untuk energi terbarukan, prospek pasar nikel ke baterai, dan demo produksi katoda baterai dan aplikasi baterai.

TOT 2022 ini menghadirkan 15 pakar terkemuka dari kalangan peneliti, praktisi, hingga industri baik secara nasional maupun global. Prof Evvy berharap Training of Trainers 2022 dapat menghasilkan output dan outcome yang bermanfaat bagi semua pihak. “Oleh karena itu, target dunia untuk transisi energi bersih akan berhasil dicapai melalui pengembangan manusia pada teknologi baterai,” pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
Riset LAPI ITB: Konektivitas...
Riset LAPI ITB: Konektivitas Digital Dongkrak PDRB dan Serap 685 Ribu Tenaga Kerja
FK Unair Kolaborasi...
FK Unair Kolaborasi dengan Adelaide University, Soroti Sistem Kesehatan Kebidanan Indonesia
Kemendiktisaintek Luncurkan...
Kemendiktisaintek Luncurkan Program Bestari Saintek 2026, Danai 122 Tim Riset
Mahasiswa UNEJ Buktikan...
Mahasiswa UNEJ Buktikan Reaktor Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Terapi Kanker
Lulus Doktoral, Dosen...
Lulus Doktoral, Dosen ITPLN Temukan Solusi Cas EV Super Cepat
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Rekomendasi
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Berita Terkini
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved