Mahasiswa ITS Inovasikan Penisilin sebagai Pencegah Korosi Ramah Lingkungan
Kamis, 15 Desember 2022 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, penyebab dari kebakaran pada industri sangat beragam. Oleh karena itu, analisis akar permasalahan kebakaran perlu dilakukan untuk dapat menentukan tindakan pencegahan yang tepat. “Untuk melakukan analisis tersebut, kami menggunakan metode fault tree analysis,” terang mahasiswa Departemen Teknik Kimia ini.
Baca juga: Dosen Unesa Ungkap 4 Faktor Pemicu Fenomena Gangster di Kalangan Remaja
Dengan menggunakan metode tersebut, dapat diketahui bahwa kebakaran pada unit NHT disebabkan oleh kebocoran pada pipa atau alat-alat pengolahan. Sedangkan kebocoran sendiri diakibatkan karena korosi yang terjadi pada alat-alat pengolahan yang terbuat dari metal tersebut. “Korosi inilah yang merupakan akar permasalahannya dan memiliki beberapa penyebab, yaitu adanya endapan garam dan senyawa asam,” ungkap Ihwan.
Oleh karena itu, Ihwan dan tim menginovasikan inhibitor korosi yang ramah lingkungan untuk mencegah korosi pada unit NHT. Selama ini, inhibitor korosi anorganik yang biasa digunakan dapat membahayakan lingkungan dan pekerja, sehingga digunakanlah penisilin yang lebih aman. Inhibitor korosi ini bekerja dengan membentuk lapisan di permukaan metal dan mencegah senyawa-senyawa penyebab korosi berkontak langsung dengan metal.
Penggunaan penisilin sebagai inhibitor yang ramah lingkungan ini dapat mewujudkan industri hijau dan berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs). “Selain itu, penggunaan penisilin sebagai inhibitor korosi ini mampu menahan laju korosi menjadi 0,0075 milimeter per tahun atau setara dengan efisiensi 95,18 persen,” pungkas Ihwan.
Baca juga: Dosen Unesa Ungkap 4 Faktor Pemicu Fenomena Gangster di Kalangan Remaja
Dengan menggunakan metode tersebut, dapat diketahui bahwa kebakaran pada unit NHT disebabkan oleh kebocoran pada pipa atau alat-alat pengolahan. Sedangkan kebocoran sendiri diakibatkan karena korosi yang terjadi pada alat-alat pengolahan yang terbuat dari metal tersebut. “Korosi inilah yang merupakan akar permasalahannya dan memiliki beberapa penyebab, yaitu adanya endapan garam dan senyawa asam,” ungkap Ihwan.
Oleh karena itu, Ihwan dan tim menginovasikan inhibitor korosi yang ramah lingkungan untuk mencegah korosi pada unit NHT. Selama ini, inhibitor korosi anorganik yang biasa digunakan dapat membahayakan lingkungan dan pekerja, sehingga digunakanlah penisilin yang lebih aman. Inhibitor korosi ini bekerja dengan membentuk lapisan di permukaan metal dan mencegah senyawa-senyawa penyebab korosi berkontak langsung dengan metal.
Penggunaan penisilin sebagai inhibitor yang ramah lingkungan ini dapat mewujudkan industri hijau dan berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs). “Selain itu, penggunaan penisilin sebagai inhibitor korosi ini mampu menahan laju korosi menjadi 0,0075 milimeter per tahun atau setara dengan efisiensi 95,18 persen,” pungkas Ihwan.
(nnz)
Lihat Juga :