IKALUIN Award dan Refleksi Akhir Tahun 2022, Apresiasi Atas Kontribusi Para Alumni
Jum'at, 23 Desember 2022 - 10:48 WIB
loading...
A
A
A
Ada semangat yang hendak ditunjukkan dengan acara IKALUIN Award dan Refleksi Akhir Tahun 2022, yaitu semangat mempromosikan Islam yang kosmopolit, moderat, dan adaptif. Demikianlah Islam yang dicirikan oleh kampus yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan, tapi tetap disebut UIN Jakarta ini.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bermula dari Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) yang didirikan di Jakarta pada 1 Juni 1957. Pada 1960 ada penggabungan PTAIN Yogyakarta dengan ADIA Jakarta menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN).
Pada 1963 IAIN Yogyakarta disebut IAIN Sunan Kalijaga dan IAIN Jakarta disebut IAIN Syarif Hidayatullah.
Dalam waktu kira-kira satu dasawarsa sejak kelahiran IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta di dunia pendidikan tinggi di Indonesia, masyarakat luas mulai mengenal ide-ide segar dalam kajian keislaman yang dikembangkan oleh IAIN Jakarta.
Alhasil, kampus ini mulai dikenal sebagai gerbong pembaruan pemikiran Islam di Indonesia. Salah satu pelopornya adalah Prof. Dr. Nurcholish Madjid.
Berikutnya semakin banyak intelektual, ulama dan aktivis dari kalangan alumni IAIN yang memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia seperti Azyumardi Azra, Badriyah Fayumi, Bahtiar Effendy, Din Syamsuddin, Fachry Ali.
Lainnya, Kautsar Azhari Noer, Komaruddin Hidayat, Lies Marcoes Natsir, Mansour Fakih, Masykuri Abdillah, Mudrik Qori, Mulyadhi Kartanegara, Nadirsyah Hosen, Nasaruddin Umar, Oman Fathurahman, Ray Rangkuti, Zainuddin MZ, dan tak terhitung lagi.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bermula dari Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) yang didirikan di Jakarta pada 1 Juni 1957. Pada 1960 ada penggabungan PTAIN Yogyakarta dengan ADIA Jakarta menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN).
Pada 1963 IAIN Yogyakarta disebut IAIN Sunan Kalijaga dan IAIN Jakarta disebut IAIN Syarif Hidayatullah.
Dalam waktu kira-kira satu dasawarsa sejak kelahiran IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta di dunia pendidikan tinggi di Indonesia, masyarakat luas mulai mengenal ide-ide segar dalam kajian keislaman yang dikembangkan oleh IAIN Jakarta.
Alhasil, kampus ini mulai dikenal sebagai gerbong pembaruan pemikiran Islam di Indonesia. Salah satu pelopornya adalah Prof. Dr. Nurcholish Madjid.
Berikutnya semakin banyak intelektual, ulama dan aktivis dari kalangan alumni IAIN yang memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia seperti Azyumardi Azra, Badriyah Fayumi, Bahtiar Effendy, Din Syamsuddin, Fachry Ali.
Lainnya, Kautsar Azhari Noer, Komaruddin Hidayat, Lies Marcoes Natsir, Mansour Fakih, Masykuri Abdillah, Mudrik Qori, Mulyadhi Kartanegara, Nadirsyah Hosen, Nasaruddin Umar, Oman Fathurahman, Ray Rangkuti, Zainuddin MZ, dan tak terhitung lagi.
(mpw)
Lihat Juga :