Cerita Guru Mengajar dari Rumah, Tingkat Stres Tinggi, Tekanan Darah Naik
Minggu, 12 Juli 2020 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
“Dimaklumi sih, keadaannya lagi kayak gini, tapi ada juga yang meremehkan. Yang meremehkan itu dia punya fasilitas dari orang tuanya tapi malah keluyuran nggak belajar,” katanya.
Menurut Nurul, PJJ ini sangat bergantung pada pengawasan orang tua. Sementara, kondisi setiap keluarga berbeda-beda, ada juga orang tua yang terkena PHK atau penghasilannya berkurang. Sehingga, setiap anak tidak bisa mendapatkan akses pendidikan yang sama saat pendemi ini.
Namun demikian, dia mengakui bahwa saat PJJ ini kesadaran belajar murid lebih tinggi karena, tanpa disuruh belajar pun mereka akan selalu bertanya materi yang akan dibahas atau belum dipahami. Sayangnya, dia pun harus mengemis saat meminta setoran tugas. “Belajar di rumah tingkat stresnya malah meningkat, ngajar dari rumah juga tensi darah naik. Aku sampe gejala tifus,” keluhnya.
Menurut Nurul, PJJ ini sangat bergantung pada pengawasan orang tua. Sementara, kondisi setiap keluarga berbeda-beda, ada juga orang tua yang terkena PHK atau penghasilannya berkurang. Sehingga, setiap anak tidak bisa mendapatkan akses pendidikan yang sama saat pendemi ini.
Namun demikian, dia mengakui bahwa saat PJJ ini kesadaran belajar murid lebih tinggi karena, tanpa disuruh belajar pun mereka akan selalu bertanya materi yang akan dibahas atau belum dipahami. Sayangnya, dia pun harus mengemis saat meminta setoran tugas. “Belajar di rumah tingkat stresnya malah meningkat, ngajar dari rumah juga tensi darah naik. Aku sampe gejala tifus,” keluhnya.
(nbs)
Lihat Juga :