Polban Kembangkan Mesin Enkapsulasi untuk Dukung Industri Halal di Indonesia
Rabu, 04 Januari 2023 - 16:46 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, Polban pun berinovasi dengan mengembangkan mesin enkapsulasi menggunakan material nongelatin yang ramah untuk vegetarian dan terjamin kehalalannya. Material yang digunakan berasal dari karaginan yang berasal dari ekstrak rumput laut. Bahan tersebut merupakan hasil penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB) yang telah didaftarkan patennya tahun lalu.
“Sebenarnya potensi tanaman Indonesia yang bisa dikembangkan menjadi material nongelatin cukup banyak, tetapi memang belum banyak yang meneliti,” tambah Budi.
Baca juga: Bangga, Karya Mahasiswa ITS Tampil pada Pameran Internasional di Korea
Dia melanjutkan, inovasi mesin enkapsulasi merupakan hasil pengembangan/penyempurnaan inovasi yang dilakukan sebelumnya oleh Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB. Mereka kemudian menyempurnakan sehingga menjadi mesin yang layak produksi.
Penyempurnaan yang dilakukan oleh tim dari Polban, antara lain penyempurnaan pada sistem mekanik, instrumentasi, dan sistem kontrol mesin. Kapasitas produksi mesin juga ditingkatkan menjadi 500-2.000 kapsul lunak per jam, dari yang sebelumnya sekitar 100 kapsul lunak per jam.
Dari sisi ukuran, mesin pengembangan tim enkapsulasi inovasi Polban juga lebih besar dari yang dikembangkan oleh ITB. Namun, ukuran mesin inovasi Polban ini masih jauh lebih kecil dari mesin-mesin enkapsulasi gelatin yang umumnya berukuran besarsehingga hanya cocok untuk skala industri-industri kecil. “Mesin enkapsulasi kami ukurannya lebih kecil sehingga cocok untuk skala laboratorium maupun untuk industri-industri kecil seperti UMKM,” kata Budi.
“Sebenarnya potensi tanaman Indonesia yang bisa dikembangkan menjadi material nongelatin cukup banyak, tetapi memang belum banyak yang meneliti,” tambah Budi.
Baca juga: Bangga, Karya Mahasiswa ITS Tampil pada Pameran Internasional di Korea
Dia melanjutkan, inovasi mesin enkapsulasi merupakan hasil pengembangan/penyempurnaan inovasi yang dilakukan sebelumnya oleh Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB. Mereka kemudian menyempurnakan sehingga menjadi mesin yang layak produksi.
Penyempurnaan yang dilakukan oleh tim dari Polban, antara lain penyempurnaan pada sistem mekanik, instrumentasi, dan sistem kontrol mesin. Kapasitas produksi mesin juga ditingkatkan menjadi 500-2.000 kapsul lunak per jam, dari yang sebelumnya sekitar 100 kapsul lunak per jam.
Dari sisi ukuran, mesin pengembangan tim enkapsulasi inovasi Polban juga lebih besar dari yang dikembangkan oleh ITB. Namun, ukuran mesin inovasi Polban ini masih jauh lebih kecil dari mesin-mesin enkapsulasi gelatin yang umumnya berukuran besarsehingga hanya cocok untuk skala industri-industri kecil. “Mesin enkapsulasi kami ukurannya lebih kecil sehingga cocok untuk skala laboratorium maupun untuk industri-industri kecil seperti UMKM,” kata Budi.
Lihat Juga :