Insinyur UGM Terpilih Menjadi 20 Inovator Muda Terbaik Dunia di Ajang James Dyson Award
Jum'at, 06 Januari 2023 - 16:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 10 Jurusan Kuliah Paling Dibutuhkan TNI AU, Ini Daftarnya
Fajar menjelaskan, teknologi Banoo juga terintegrasi dengan IoT water quality sensor sehingga alat Banoo beroperasi secara otomatis tergantung dengan kualitas air yang ada di kolam atau tambak.
Teknologi ini bekerja dengan sistem otomasi yang berdasarkan pada data kualitas air secara real-time, dan ketika oksigen terlarut di dalam air rendah terbaca oleh IoT water quality sensor maka sensor akan menyalakan alat untuk memproduksi gelembung oksigen berukuran mikron.
“Sebaliknya, ketika oksigen di dalam air sudah cukup tinggi, sensor akan memberikan sinyal ke alat untuk berhenti beroperasi. Fitur dan sistem ini bertujuan untuk menghemat konsumsi energi listrik,” terangnya.
Dia menerangkan teknologi Banoo saat ini juga sedang dikembangkan lebih lanjut untuk terkoneksi dengan smartphone melalui aplikasi sehingga pembudidaya ikan dan petambak di seluruh dunia, terutama di Indonesia dapat mengetahui kondisi kualitas air di kolam di lokasi mana pun.
Selain itu, di tengah isu potensi krisis energi dan permasalahan lingkungan di seluruh dunia, teknologi Banoo ke depannya juga akan dikembangkan untuk menggunakan energi listrik dari panel surya sebagai sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan.
Fajar menjelaskan, teknologi Banoo juga terintegrasi dengan IoT water quality sensor sehingga alat Banoo beroperasi secara otomatis tergantung dengan kualitas air yang ada di kolam atau tambak.
Teknologi ini bekerja dengan sistem otomasi yang berdasarkan pada data kualitas air secara real-time, dan ketika oksigen terlarut di dalam air rendah terbaca oleh IoT water quality sensor maka sensor akan menyalakan alat untuk memproduksi gelembung oksigen berukuran mikron.
“Sebaliknya, ketika oksigen di dalam air sudah cukup tinggi, sensor akan memberikan sinyal ke alat untuk berhenti beroperasi. Fitur dan sistem ini bertujuan untuk menghemat konsumsi energi listrik,” terangnya.
Dia menerangkan teknologi Banoo saat ini juga sedang dikembangkan lebih lanjut untuk terkoneksi dengan smartphone melalui aplikasi sehingga pembudidaya ikan dan petambak di seluruh dunia, terutama di Indonesia dapat mengetahui kondisi kualitas air di kolam di lokasi mana pun.
Selain itu, di tengah isu potensi krisis energi dan permasalahan lingkungan di seluruh dunia, teknologi Banoo ke depannya juga akan dikembangkan untuk menggunakan energi listrik dari panel surya sebagai sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan.
Lihat Juga :