Apresiasi Seni dan Budaya Indonesia akan Perkuat Pendidikan Kebangsaan
Selasa, 17 Januari 2023 - 17:31 WIB
loading...
A
A
A
“Dari segi metodologi mereka menuntut sistem pembelajaran di kelas yang interaktif, bukan indoktrinasi, menilai penting tugas praktik ke masyarakat sebesar 98,9 % seperti community development dan mahasiswa mengajar,” katanya, dalam keterangan resmi, Selasa (17/1/2023).
Menurutnya, ada data yang menarik bahwa 95,4 % mahasiswa berpendapat pengembangan seni dan budaya daerah akan memperkuat semangat kebangsaan. Dalam kerangka itu, katanya, kampusnya melakukan pengadaan alat-alat musik tradisional seperti angklung dan seperangkat gamelan Jawa, dan merekrut tenaga pelatih seni dan budaya lulusan Institut Seni dan Budaya.
“Upaya ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan kelompok-kelompok seni dan budaya yang sudah ada seperti kelompok tarian daerah, paduan suara, dan grup musik,” ungkapnya.
Dari hasil survei terhadap mahasiswa, menurutnya, kita jangan berpuas diri atas apa yang kita miliki sekarang di tengah tantangan yang terus meningkat. Akan tetapi perlu melakukan fundamental resetting terhadap agenda pendidikan kebangsaan ke arah pengembangan kurikulum dan metodologi pendidikan kebangsaan yang tepat bagi kaum milenial dan Gen Z.
“Juga kelengkapan bahan ajar dan peningkatan kemampuan para pengajarnya. Sementara cara-cara indoktrinasi dinilai sudah usang, perlu dicari metoda baru dengan memanfaatkan tehnologi digital seperti metaverse dalam penyampaian bahan ajar kebangsaan,” terangnya.
Menurutnya, ada data yang menarik bahwa 95,4 % mahasiswa berpendapat pengembangan seni dan budaya daerah akan memperkuat semangat kebangsaan. Dalam kerangka itu, katanya, kampusnya melakukan pengadaan alat-alat musik tradisional seperti angklung dan seperangkat gamelan Jawa, dan merekrut tenaga pelatih seni dan budaya lulusan Institut Seni dan Budaya.
“Upaya ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan kelompok-kelompok seni dan budaya yang sudah ada seperti kelompok tarian daerah, paduan suara, dan grup musik,” ungkapnya.
Dari hasil survei terhadap mahasiswa, menurutnya, kita jangan berpuas diri atas apa yang kita miliki sekarang di tengah tantangan yang terus meningkat. Akan tetapi perlu melakukan fundamental resetting terhadap agenda pendidikan kebangsaan ke arah pengembangan kurikulum dan metodologi pendidikan kebangsaan yang tepat bagi kaum milenial dan Gen Z.
“Juga kelengkapan bahan ajar dan peningkatan kemampuan para pengajarnya. Sementara cara-cara indoktrinasi dinilai sudah usang, perlu dicari metoda baru dengan memanfaatkan tehnologi digital seperti metaverse dalam penyampaian bahan ajar kebangsaan,” terangnya.
Lihat Juga :