1.100 Beasiswa Pascasarjana Diberikan kepada Dosen

Senin, 11 Maret 2019 - 10:26 WIB
1.100 Beasiswa Pascasarjana...
1.100 Beasiswa Pascasarjana Diberikan kepada Dosen
A A A
JAKARTA - Pemerintah akan membuka 1.000 beasiswa yang khusus diperuntukkan bagi para dosen untuk menempuh pendidikan pascasarjana di dalam negeri. Selain itu, juga ada 100 beasiswa pascasarjana keluar negeri yang ditujukan untuk meningkatkan mutu para dosen.

Sesdirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti John Hendri mengatakan, ada komitmen tinggi dari Kemenristekdikti untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing. Terutama sumber daya manusia (SDM) di perguruan tinggi. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan memberikan kuota alokasi beasiswa bagi para dosen untuk kuliah lagi, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

John mengatakan, tahun ini setidaknya Kemenristekdikti mengalokasikan kuota lebih dari 1.000 beasiswa bagi para dosen melalui skema Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN) dan 100 kuota Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPPLN).“Sedangkan bagi calon dosen dan para fresh graduate, tersedia 150 kuota beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU),” kata John saat menghadiri World Education Expo Indonesia (WEEI) 2019 di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta, kemarin.
Dalam Undang-Undang (UU) 14/ 2005 tentang Guru dan Dosen, sudah diamanatkan bahwa dosen harus memiliki kualifikasi akademik minimum lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana dan lulusan program doktor untuk program pascasarjana. Selain itu, Kemenristekdikti juga bekerja sama dengan University of Nottingham dalam program Indonesian Doctoral Training Partnership (IDTP). Prinsip utama IDTP adalah menumbuhkan generasi baru pemimpin akademis dan cendekiawan dalam mengatasi tantangan dunia.

Individu-individu ini akan dilengkapi dengan keterampilan dan pengalaman untuk memimpin penelitian serta pengajaran dalam bidang keahlian mereka. “Hal ini sangat mendukung keinginan Kemenristekdikti untuk mengembangkan basis penelitian dan menaikkan reputasi universitas di Indonesia pada kancah global,” ujarnya.

Sementara itu, pada WEEI kemarin, ribuan pengunjung terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga dosen memadati pameran pendidikan yang menampilkan 54 institusi pendidikan tinggi dari 18 negara. Termasuk perguruan tinggi terbaik dalam negeri bergabung untuk memberikan informasi mengenai studi dan beasiswa yang tersedia.

John mengatakan, ajang ini harus dimanfaatkan bagi para pengunjung untuk mendapatkan informasi studi lanjut, terutama bagi dosen yang akan melanjutkan studi jenjang doktor.

Di lokasi terpisah, komitmen meningkatkan mutu SDM di jenjang pendidikan dasar dan menengah juga ditunjukkan Sekolah Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK). SPK sebelum adanya Permendikbud No 31/2014 lebih dikenal dengan sebutan sekolah internasional atau sekolah swasta nasional plus.

Ketua Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia Haifa Segeir mengatakan, SPK merupakan sekolah menggabungkan antara kurikulum internasional dengan kurikulum nasional. Meski mengadopsi dua kurikulum, namun SPK memiliki satu tujuan sama, yakni meningkatkan mutu SDM di Indonesia.

“SPK akan terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan dan juga kontribusi pada masyarakat. Kita mau menciptakan generasi yang dapat menginspirasi dunia,” katanya pada Konvensi Nasional IV Sekolah SPK di Jakarta.

Heifa menjelaskan, pihaknya menggelar konvensi sehingga tercipta komunikasi yang baik antara SPK dengan para pembuat kebijakan. Konvensi ini juga dibuat sebagai agenda tahunan agar bisa menjadi sarana pengembangan profesionalisme pendidik dan tenaga pendidikan dengan mendengar masukan dari para narasumber ahli dari dalam dan luar negeri.

Dia menyampaikan agar terus bisa berkolaborasi dengan pemerintah, maka konvensi juga membahas sinergi antara Lembaga Pendidikan Indonesia (LPI), Lembaga Pendidikan Asing (LPA), dan pemerintah. Ketiganya ini untuk membahas bagaimana menjaga standar mutu pendidikan di SPK dan relevansinya terhadap standar nasional pendidikan. (Neneng Zubaidah)
(nfl)
Berita Terkait
Penting Disimak! Tips...
Penting Disimak! Tips agar Bisa Lolos Beasiswa Luar Negeri
INAYES Luncurkan Program...
INAYES Luncurkan Program Beasiswa Persiapan Pendidikan ke Luar Negeri
5 Beasiswa di Asia yang...
5 Beasiswa di Asia yang Tidak Harus Balik ke Indonesia
Kuliah S1 Gratis di...
Kuliah S1 Gratis di Jepang, Segera Daftar Beasiswa MEXT Gakubu 2023
8 Beasiswa SMA Luar...
8 Beasiswa SMA Luar Negeri Terbaik 2025, Mana Negara Favoritmu?
Mau Kuliah di Belanda?...
Mau Kuliah di Belanda? Cek Info Beasiswa Holland Scholarship Ini
Berita Terkini
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
6 jam yang lalu
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng Puspadaya Dukung Sekolah Ramah Anak, Fokus Cegah Bullying
6 jam yang lalu
Hari Anak Nasional 2026,...
Hari Anak Nasional 2026, Puspadaya Perkuat Sekolah Ramah Anak di Jakarta
7 jam yang lalu
Siswi Indonesia Raih...
Siswi Indonesia Raih The Best Delegate di AYIMUN BSD Chapter 2026, Kantongi Beasiswa ke AWMUN Bali
21 jam yang lalu
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng IDBW 2026, Bekali Mahasiswa Hadapi Peluang Karier dan Finansial di Era Web3
1 hari yang lalu
Apa Itu Universitas...
Apa Itu Universitas Republik Indonesia yang Dibentuk Prabowo dan Dipimpin Donny Ermawan?
1 hari yang lalu
Infografis
Ukraina Menolak Bayar...
Ukraina Menolak Bayar Utang Rp5.705 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved