Kemendikbud Selesaikan Revitalisasi terhadap 2.000 SMK

Selasa, 19 Maret 2019 - 07:59 WIB
Kemendikbud Selesaikan...
Kemendikbud Selesaikan Revitalisasi terhadap 2.000 SMK
A A A
CIREBON - Pemerintah telah berhasil merevitalisasi ribuan sekolah menengah kejuruan (SMK). Program revitalisasi itu dilakukan sejak 2017 hingga saat ini. “Sekarang ini sudah sekitar 2.000-an dari SMK yang mengalami revitalisasi secara nasional,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat kunjungan di Cirrbon, Jawa Barat, kemarin.

Hasil dari revitalisasi SMK itu bisa diketahui antara empat sampai lima tahun ke depan. “Karena revitalisasi SMK itu program pemerintah sekarang ini, baru dimulai tahun 2017 akhir setelah ada Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK,” ungkapnya.

Muhadjir menjelaskan bahwa jumlah SMK di Indonesia mencapai 13.000 lebih. Dari jumlah itu, sebanyak 4.000 SMK dimiliki pemerintah dan sisanya dimiliki swasta.

Mendikbud menjelaskan, banyaknya SMK yang dimiliki swasta itu menjadi kendala tersendiri bagi pemerintah. Hal itu karena sejumlah SMK swasta itu pendiriannya kurang memenuhi proses yang baik. “Kendalanya karena pendiriannya tidak melalui proses yang baik sehingga ada beberapa sekolah terutama swasta yang tidak memenuhi standar,” tuturnya.

Revitalisasi SMK itu, menurut Muhadjir, mencakup kurikulum dan tenaga pendidikan. Dia menjelaskan, untuk kurikulum yang diubah dari berbasis suplai (supply drive) menjadi berbasis permintaan (demanddrive). Sementara untuk tenaga pendidiknya ditambah dengan tenaga yang sudah berpengalaman bekerja di industri agar bisa menyalurkan kemampuannya kepada peserta didik.

“Dan, mau tidak mau harus segera ditangani agar lulusannya sesuai permintaan dunia kerja. Jadi kurikulum itu untuk SMK tidak hanya ditentukan oleh Kemendikbud, tetapi juga ditentukan oleh dunia usaha dan dunia industri,” katanya.

Dengan begitu, lanjutnya, mereka harus diajak duduk bersama untuk menyusun kurikulum seperti apa yang dikehendaki dunia kerja yang menentukan kurikulumnya.

Sementara pengamat ketenagakerjaan Ade Hanie mengatakan, revitalisasi SMK perlu terus dilanjutkan. “Lulusan SMK masih banyak yang belum mampu bersaing dengan tenaga kerja karena selama di sekolah lebih banyak mengandalkan nilai akademis dari keahlian siswa itu,” ucapnya.

Menurut Ade, sekolah vokasional seperti SMK mestinya yang diajarkan lebih banyak praktik kerja dan bukan didominasi teori atau prediksi. Inilah yang menjadi masalah besar antara SMK dan dunia usaha maupun industri.“Lulusan SMK usianya rata-rata 17-18 tahun sehingga menyulitkan perusahaan menghadapi mereka. Menghadapi yang lulusan perguruan tinggi saja susah, apa lagi yang usianya remaja,” jelas dia. (Sunu Hastoro/Ant)
(nfl)
Berita Terkait
Lulusan SMK Banyak yang...
Lulusan SMK Banyak yang Menganggur? Kemendikbud Jawab dengan Data
Kemendikbud: Peran Pelajar...
Kemendikbud: Peran Pelajar SMK untuk Bangun Desa Sangat Tinggi
Kemendikbud Ingin Perbanyak...
Kemendikbud Ingin Perbanyak SMK di Kawasan Industri
Kemendikbud akan Kembangkan...
Kemendikbud akan Kembangkan SMK untuk Bangun Desa
Kemendikbud Tunjuk 476...
Kemendikbud Tunjuk 476 SMK Jadi Pusat Keunggulan
Setelah SMA, Kemendikbud...
Setelah SMA, Kemendikbud Juga Gelar Kompetisi Siswa SMK Tingkat Nasional
Berita Terkini
OSN Kabupaten Kota 2026...
OSN Kabupaten Kota 2026 Resmi Dimulai Hari Ini, Simak Tata Tertib dan Sanksi yang Berlaku
1 jam yang lalu
Rekrutmen PPPK Guru...
Rekrutmen PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Dibuka Hari Ini, Cek Link Pendaftarannya
3 jam yang lalu
MNC University Bersama...
MNC University Bersama Kedutaan Kuba dan Espanolindo Gelar Movie Screening & Photo Exhibition
18 jam yang lalu
Dua Dekade Fakultas...
Dua Dekade Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Menenun Inklusi dan Jiwa Olahraga
1 hari yang lalu
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
1 hari yang lalu
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
1 hari yang lalu
Infografis
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Militer Dahsyat terhadap Houthi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved