Mahasiswa UGM 'Sulap' Ceker Ayam Jadi Gel Penyembuh Patah Tulang

Senin, 15 Juli 2019 - 20:58 WIB
Mahasiswa UGM Sulap...
Mahasiswa UGM 'Sulap' Ceker Ayam Jadi Gel Penyembuh Patah Tulang
A A A
JAKARTA - Generasi milenial Indonesia kembali membuat penemuan yang mengagumkan. Salah satu contohnya adalah tiga orang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang berhasil menemukan obat patah tulang.

Mereka adalah Yudith Violetta P (mahasiswi Kedokteran Hewan), Vigha Ilmanafi A (Farmasi), dan Josi Aldo Pramono (Teknik Mesin). Penemuan mereka yang diberi nama Betagraft (Biomaterial Tulang Ayam Bonegraft) ini diklaim mampu mempercepat penyembuhan patah tulang serta lebih mudah diaplikasikan ke penderita patah tulang.

Kasus patah tulang memiliki insidensi yang terus meningkat tiap tahunnya, menurut data dari Sistem Informasi Rumah Sakit Indonesia (2010) insidensi fraktur mencapai lebih dari 43 ribu kasus.

Patah tulang atau fraktur tak hanya menyebabkan kerusakan pada jaringan tulang, namun juga jaringan lunak disekitarnya, proses kesembuhan fraktur merupakan proses yang kompleks dan memerlukan waktu yang lama, bagi penderita fraktur sendiri dapat berakibat penurunan quality of life dan peningkatan pengeluaran, sehingga diperlukan penanganan yang tepat.

Dalam kasus fraktur tulang sempurna, patahan tulang sudah tidak dapat disatukan kembali, menyebabkan implan sebagai immobilisator seperti yang tersedia secara umum di pasaran, tidak lagi efektif untuk digunakan.

Dalam kasus tersebut dibutuhkan material bone graft (cangkok tulang) yang lebih efektif sebagai pengganti jaringan tulang rusak secara keseluruhan serta menstimulasi pembentukan jaringan baru.

Hal ini mendorong tiga sekawan mahasiswa UGM, Yudith, Vigha, dan Josi Aldo menginovasikan biomaterial bone graft dalam bentuk gel nano-BCP (biphasic calcium phosphate)-Kolagen yang berasal dari sampah biologis (biological waste) yang ketersediaanya sangat melimpah di Indonesia yaitu ceker ayam.

“Keunggulan Betagraft bentuk gel dibandingkan dengan implan konvensional adalah fleksibel menjangkau pada seluruh fragmen patahan tulang. Selain itu formulasi Betagraft mengandung material BCP yang berupa nanokristalin yang memiliki ukuran yang mirip dengan jaringan tulang normal (nanometrically natural), sehingga lebih cepat diabsorbsi dibandingkan biomaterial konvensional,” tutur Yudith dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (15/8/2019).

“Penambahan kolagen dalam bone graft dapat sebagai mediator osteoblast serta dapat mengurangi pembengkakan dan rasa sakit pasca operasi,” lanjut mahasiswi semester 6 Kedokteran Hewan ini.

Dalam praktiknya. mereka mengolah ceker ayam yang banyak ditemukan di rumah potong ayam dan diformulasikan dalam bentuk gel yang mudah diaplikasikan, selanjutnya diujikan pada hewan coba yaitu tikus wistar usia dua bulan.

“Ditinjau dari luas kalus dan histopatologi sebagai parameter kesembuhan, Betagraft terbukti mampu mempercepat kesembuhan fraktur dibandingkan bone graft konvensional,” ungkap Vigha.

Ketiga mahasiswa tersebut berharap penggunaan Betagraft bisa menjadi salah satu alternatif bone graft untuk penyembuhan patah tulang di Indonesia, dengan harga yang relatif ekonomis dan mudah diproduksi.
(dam)
Berita Terkait
Peneliti UGM Ciptakan...
Peneliti UGM Ciptakan Hikapel, Melon yang Mirip Apel
UGM Ajak Seluruh Elemen...
UGM Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersatu Lawan COVID-19
Peneliti UGM dari Fakultas...
Peneliti UGM dari Fakultas Kedokteran Gigi Raih Penghargaan Habibie Prize
3 Fakultas di UGM yang...
3 Fakultas di UGM yang Menyediakan Sarapan bagi Mahasiswanya saat Ujian
UGM Tegaskan Belum Akan...
UGM Tegaskan Belum Akan Ubah Nomenklatur Teknik Menjadi Rekayasa
Dosen UGM Kembangkan...
Dosen UGM Kembangkan Detektor Mutasi Nyamuk Aedes Aegypti
Berita Terkini
Kemendikdasmen Siapkan...
Kemendikdasmen Siapkan Lulusan SMK Hadapi Era Robotika, Prospek Karier Menjanjikan
2 jam yang lalu
SPMB Sekolah Nasional...
SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Dimulai 21 Juli, Ini Jadwal Seleksi hingga MPLS
3 jam yang lalu
Perluas Akses Pendidikan,...
Perluas Akses Pendidikan, 500 Sekolah Nasional Terintegrasi akan Dibangun hingga 2029
4 jam yang lalu
APDOVI Perkuat Kapasitas...
APDOVI Perkuat Kapasitas Dosen Vokasi untuk Cetak Lulusan Berkualitas
5 jam yang lalu
Cara Mudah Cek Penerima...
Cara Mudah Cek Penerima PIP 2026 Pakai NIK dan NISN
6 jam yang lalu
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
9 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved