Penghentian Kurikulum Jangan Jadi Ajang Bisnis Buku

Rabu, 10 Desember 2014 - 02:33 WIB
Penghentian Kurikulum...
Penghentian Kurikulum Jangan Jadi Ajang Bisnis Buku
A A A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diminta mewaspadai adanya bisnis buku selama pembatasan Kurikulum 2013. Pasalnya orang tua harus membeli buku Kurikulum 2006 karena tidak disediakan pemerintah.

Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Abdul Waidl mengatakan, Kemendikbud harus menegaskan perubahan kurikulum ini jangan menjadi ajang bisnis buku pelajaran.

Hal ini patut dikhawatirkan karena sekitar 200.000-an sekolah akan kembali ke Kurikulum 2006 namun tidak ada buku yang diberikan ke siswa dan guru secara gratis.

Orangtua siswa yang sebelumnya tidak dibebani biaya buku pun kemungkinan akan terbebani dengan pembelian buku baru jika ingin anaknya tidak ketinggalan pelajaran.

"Mendikbud harus konsentrasi pada penanganan buku ini. Pak menteri harus menghentikan bisnis buku pelajaran yang terjadi setiap tahunnya," kata Abdul kepada KORAN SINDO, Selasa (9/12/2014).

Abdul menjelaskan, seharusnya tidak ada kewajiban orangtua membeli buku baru. Namun menteri harus menekankan hal ini keseluruh masyarakat supaya tidak jadi lahan bisnis baru dari sekolah.

Justru sekolah dengan dukungan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) buku seharusnya yang menyediakan buku dan membuat kebijakan larangan jual beli buku kepada orang tua. Buku harus disediakan oleh perpustakaan sekolah.

Di samping itu untuk kebijakan jangka panjangnya menteri juga harus menghentikan kebiasaan pergantian dan pembelian buku tiap semester.

"Apalagi sebenarnya isi buku tidak jauh beda dari tahun sebelumnya. Oleh karena itu, JPPI meminta Mendikbud agar serius melakukan evaluasi terhadap Kurikulum 2013 itu sendiri, dengan melibatkan dan memperhatikan masukan dari berbagai elemen masyarakat," ucapnya.

"Menteri sebaiknya berhati-hati membuat keputusan lembaga yang dianggap siap untuk melaksanakan Kurikulum 2013 dan yang dianggap belum siap agar kembali melaksanakan Kurikulum 2006," pungkasnya.
(hyk)
Berita Terkait
Implementasi Kurikulum...
Implementasi Kurikulum Merdeka Dinilai akan Tingkatkan Skor PISA Indonesia
Dukung Kurikulum Merdeka,...
Dukung Kurikulum Merdeka, Sekolah dan Sektor Swasta Jalin Kolaborasi
Kemendikbudristek Tegaskan...
Kemendikbudristek Tegaskan Implementasi Kurikulum Merdeka tetap Berjalan Sesuai Rencana
Luruskan Miskonsepsi...
Luruskan Miskonsepsi Kurikulum Merdeka, Kemendikbudristek Jelaskan Lima Poin Penting
8 Dimensi Profil Lulusan...
8 Dimensi Profil Lulusan Jadi Fokus Baru Kurikulum, Ini Penjelasan Pakar
Tata Cara Pendaftaran...
Tata Cara Pendaftaran Kurikulum Merdeka, Dibuka hingga 28 April 2024
Berita Terkini
28 Perguruan Tinggi...
28 Perguruan Tinggi Malaysia Buka Peluang Studi bagi Mahasiswa Indonesia
16 jam yang lalu
Rangkaian Kegiatan MPLS...
Rangkaian Kegiatan MPLS SD, SMP, dan SMA/SMK 2026, Orang Tua Wajib Tahu!
18 jam yang lalu
Iskandar Zulkarnain...
Iskandar Zulkarnain Tawarkan Model Hukum Baru Hubungan Kerja Dokter-Rumah Sakit yang Adaptif
1 hari yang lalu
Digelar 5 Hari, Ini...
Digelar 5 Hari, Ini Rangkaian Kegiatan MPLS 2026 untuk Murid TK
1 hari yang lalu
18 Sekolah Ikut Kejuaraan...
18 Sekolah Ikut Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026, Dorong Olahraga Inklusif di Indonesia
1 hari yang lalu
Jalur Mandiri Ujian...
Jalur Mandiri Ujian Tulis UNJ 2026 Masih Buka Pendaftaran, Simak Persyaratannya
1 hari yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved