Institut Pariwisata Trisakti Cetak Lulusan Doktor Pertama, Raih Gelar Cum Laude

Jum'at, 16 Juni 2023 - 10:13 WIB
Selain itu, dosen tetap di Institut Pariwisata Trisakti ini menambahkan, pengembangan kopi di Indonesia memerlukan campur tangan dari berbagai pihak, salah satunya perguruan tinggi.

"Misalnya saja di Fakultas Pertanian bisa memberikan pendampingan. Kemudian pendampingan akan teknologi tepat guna sehingga pengolahan kopi bisa berbasis mesin, bukan manual," kata Arief usai disertasinya di Auditorium Institut Pariwisata Trisakti, Kamis (15/6/2023).

Dalam disertasinya Arief juga memberikan saran kepada pemerintah, terutama untuk Kabupaten Bandung untuk selalu terlibat dengan memberikan dukungan pengembangan petani dan pelaku wisata melalui bimbingan budidaya kopi juga bantuan koperasi hingga kabupaten.

Dalam salah satu kesimpulan disertasinya Arief yang meraih doktor dengan predikat Cum Laude itu menerangkan, model struktur sosial kopi kultur di kawasan Priangan, Jawa Barat, telah terbentuk dari beberapa tahapan.

Dimulai pada 1711 yang dikelola Belanda. Kemudian pada pascakemerdekaan setelah 1945 di mana produksi kopi sudah dikelola petani pribumi yang tadinya hanya sebagai buruh tani kebun kopi milik Belanda.

Baca juga: Keunggulan Jurusan Paramedik Veteriner SV IPB, Belum Lulus Sudah Dibooking Perusahaan

“Kopi itu produk yang ternyata sudah dibawa oleh Belanda pada abad ke-17 di Batavia dan terus berkembang ke arah Timur, ke arah Priangan dan menjadi komoditi. Dan komoditi kopi Indonesia kan terkenal global dengan nama Java Coffee,” jelas dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!