Kepala Perpusnas: Akses Bahan Bacaan Berkualitas Masih Menjadi Hambatan
Kamis, 08 Februari 2024 - 09:31 WIB
Menurutnya, membacakan buku dengan suara yang disukai anak disertai ekspresi dan gestur, akan meningkatkan minat membaca anak. “Kontak mata yang terjaga selama proses membacakan nyaring juga menjadi faktor penting dalam membangun kedekatan antara orang tua atau guru dengan anak,” ungkapnya.
Tak hanya itu, kegiatan membacakan nyaring juga membantu dalam mengatasi masalah speech delay pada anak. “Anak-anak yang terpapar dengan kegiatan membacakan nyaring cenderung memiliki kosakata yang lebih luas, sehingga dapat mengurangi masalah speech delay," tuturnya.
Psikolog anak Grace Euginia Sameve menjelaskan kegiatan membacakan nyaring oleh orang tua atau guru dapat memengaruhi perkembangan tumbuh kembang anak secara holistik.
Dari segi kognitif, lanjutnya, membacakan nyaring membantu anak mengenal kosakata baru dan mengasah kemampuan berbahasa. “Dari segi psikososial, anak-anak akan merasa lebih terikat dan percaya kepada orang dewasa yang membacakan buku secara nyaring,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Perpusnas dengan Duta Baca Indonesia Heri Hendrayanan Harris atau dikenal dengan Gol A Gong. Nota kesepahaman ini sebagai landasan kerja sama dalam pembudayaan kegemaran membaca dan literasi serta memperkuat pelaksanaan kegiatan Duta Baca Indonesia dalam pembudayaan kegemaran membaca dan literasi di Indonesia.
(nnz)
Lihat Juga :