Ancaman Pandemi, Pembelajaran Tatap Muka Maksimal Tiga Jam
Kamis, 27 Agustus 2020 - 06:38 WIB
Kemudian pada bulan ketiga baru akan dibuka untuk PAUD formal (TK, RA, TLKB, BA) dan non-formal (KB, TPA, SPS). "Begitu pula pada sekolah dan madrasah berasrama yang berada di daerah zona hijau dan kuning dapat membuka asrama dan melakukan PTM di satuan pendidikan secara bertahap," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Salatiga Fakruroji mengatakan, banyak kendala pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dirasakan baik oleh guru, orang tua murid dan siswa itu sendiri. Disamping guru yang cenderung fokus pada penuntasan kurikulum dengan berbagai keterbatasan waktu dan akses, tidak semua orang tua siswa mampu mendampingi anak belajar.
Akibatnya, siswa kesulitan konsentrasi belajar, mengalami peningkatan rasa stress dan jenuh akibat isolasi yang berkelanjutan. Bahkan, disinyalir banyak anak yang terjebak dalam kekerasan rumah tangga, yang tidak terdeteksi oleh guru.
Fakruroji mengungkapkan, perbedaan akses dan kualitas selama PJJ dapat mengakibatkan kesenjangan capaian belajar, terutama untuk anak dari sosio-ekonomi berbeda. (Baca juga: Was-was Pandemi, 3 Kabupaten di Jateng Paksakan Sekolah Tatap Muka )
“Studi menemukan bahwa pembelajaran di kelas menghasilkan pencapaian akademik yang lebih baik dibandingkan dengan PJJ. Namun demikian, dalam menyelenggarakan PTM kita harus mengedepankan prinsip kebijakan pendidikan di masa COVID-19 ini,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Salatiga Fakruroji mengatakan, banyak kendala pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dirasakan baik oleh guru, orang tua murid dan siswa itu sendiri. Disamping guru yang cenderung fokus pada penuntasan kurikulum dengan berbagai keterbatasan waktu dan akses, tidak semua orang tua siswa mampu mendampingi anak belajar.
Akibatnya, siswa kesulitan konsentrasi belajar, mengalami peningkatan rasa stress dan jenuh akibat isolasi yang berkelanjutan. Bahkan, disinyalir banyak anak yang terjebak dalam kekerasan rumah tangga, yang tidak terdeteksi oleh guru.
Fakruroji mengungkapkan, perbedaan akses dan kualitas selama PJJ dapat mengakibatkan kesenjangan capaian belajar, terutama untuk anak dari sosio-ekonomi berbeda. (Baca juga: Was-was Pandemi, 3 Kabupaten di Jateng Paksakan Sekolah Tatap Muka )
“Studi menemukan bahwa pembelajaran di kelas menghasilkan pencapaian akademik yang lebih baik dibandingkan dengan PJJ. Namun demikian, dalam menyelenggarakan PTM kita harus mengedepankan prinsip kebijakan pendidikan di masa COVID-19 ini,” tegasnya.
Lihat Juga :