Dedikasi Guru Eti Karwati Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Triguna Subang
Selasa, 14 Oktober 2025 - 17:44 WIB
Menurutnya, pembelajaran tidak bisa instan. Anak yang belum hafal huruf tidak bisa langsung dipaksa membaca. Begitu pula berhitung, harus dicicil dengan metode bermain, media menarik, dan pendekatan bertahap. “Kadang kelas 10 atau 12 masih ada yang belum mengenal angka. Jadi kita pakai permainan, media belajar, biar mereka tertarik dan tidak bosan,” tuturnya.
Baca juga: Program Revitalisasi Sekolah di SLB Trituna Subang Ubah Kelas Kumuh Jadi Nyaman
Eti tak menampik bahwa rasa lelah kadang muncul saat strategi belum berhasil. Namun kebahagiaan sederhana dari siswa membuatnya kembali bersemangat. “Kalau lihat anak-anak senang, semangat belajarnya muncul, itu suka yang paling besar,” katanya.
Di sela pembelajaran akademik, Eti dan rekan-rekannya rutin mengadakan sesi keterampilan atau prakarya. Anak-anak diajak merangkai bunga, membuat cenderamata, dan kerajinan tangan lainnya. Hasilnya tidak hanya menghias sekolah, tetapi juga kerap dipesan untuk acara wisuda, pernikahan, ulang tahun, hingga Hari Guru.
Baca juga: Program Revitalisasi Sekolah di SLB Trituna Subang Ubah Kelas Kumuh Jadi Nyaman
Eti tak menampik bahwa rasa lelah kadang muncul saat strategi belum berhasil. Namun kebahagiaan sederhana dari siswa membuatnya kembali bersemangat. “Kalau lihat anak-anak senang, semangat belajarnya muncul, itu suka yang paling besar,” katanya.
Keterampilan Prakarya: Bekal Masa Depan untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Di sela pembelajaran akademik, Eti dan rekan-rekannya rutin mengadakan sesi keterampilan atau prakarya. Anak-anak diajak merangkai bunga, membuat cenderamata, dan kerajinan tangan lainnya. Hasilnya tidak hanya menghias sekolah, tetapi juga kerap dipesan untuk acara wisuda, pernikahan, ulang tahun, hingga Hari Guru.
Lihat Juga :