Jejak Pendidikan Gus Dur, Cucu Pendiri NU yang Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

Senin, 10 November 2025 - 16:14 WIB
Pada usia 22 tahun, Gus Dur menunaikan ibadah haji sekaligus memperluas wawasan keilmuannya ke luar negeri. Ia menempuh studi di Al-Azhar University, Kairo, Mesir, pada Fakultas Syariah (Kulliyah al-Syari’ah) pada tahun 1964–1966.

Setelah itu, ia melanjutkan kuliah di Universitas Baghdad, Irak, di Fakultas Adab Jurusan Sastra Arab hingga tahun 1970. Pernah pula ia mencoba melanjutkan studi ke Universitas Leiden, Belanda, namun terhalang masalah administrasi. Perjalanan intelektualnya sempat membawanya ke Jerman dan Prancis sebelum akhirnya kembali ke Indonesia pada 1971.

Sekembalinya ke Tanah Air, Gus Dur bergabung dengan Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) — wadah bagi kaum intelektual Muslim progresif dan sosial demokrat.

Di lembaga ini, ia menjadi salah satu kontributor utama majalah Prisma dan aktif berkeliling pesantren di seluruh Jawa untuk berdialog dan berbagi gagasan.

Gus Dur juga berkiprah di dunia jurnalistik serta aktif mengisi berbagai seminar dan kuliah di berbagai daerah. Di Jombang, ia menjadi guru kitab Al-Hikam di Pondok Pesantren Tambakberas, serta menjabat sebagai dekan Fakultas Praktik dan Kepercayaan Islam di Universitas Hasyim Asy’ari, mengajar mata kuliah pedagogi, syariat Islam, dan misiologi.

Pada tahun 1984, Gus Dur mulai aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dan dipercaya menjadi Ketua Umum Tanfidziyah PBNU selama tiga periode berturut-turut. Karier politiknya mencapai puncak pada tahun 1999, ketika ia terpilih menjadi Presiden ke-4 Republik Indonesia, menggantikan B.J. Habibie, dan menjabat hingga Mei 2001.

Demikian riwayat pendidikan Gus Dur , mantan Presiden ke-4 RI, dan seorang tokoh bangsa yang mendapat gelar Pahlawan Nasional di tahun ini. Semoga bermanfaat.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!