Kisah Laurent Simons, Jenius Belgia Lulus PhD Fisika Kuantum di Usia 15 Tahun
Kamis, 26 Februari 2026 - 15:22 WIB
Dalam waktu sekitar tiga tahun riset, Laurent berhasil meraih gelar PhD Fisika Kuantum di usia 15 tahun, menjadikannya salah satu doktor termuda di dunia.
Baru saja menyelesaikan PhD pertamanya, Laurent langsung melanjutkan PhD kedua di bidang medical science di LMU Munich, Jerman, salah satu universitas terbaik di Eropa.
Langkah ini sejalan dengan cita-citanya untuk menggabungkan fisika, kedokteran, dan kecerdasan buatan (AI). Ia ingin menciptakan teknologi yang mampu membantu manusia hidup lebih lama serta memperbaiki bagian tubuh yang rusak akibat penyakit atau penuaan.
Kecerdasan Laurent membuat banyak perusahaan teknologi raksasa dunia tertarik merekrutnya dengan tawaran gaji fantastis. Namun ia memilih menolak semua itu. Fokusnya bukan pada kekayaan, melainkan pada riset dan kontribusi nyata bagi kesehatan manusia.
Lanjut PhD Kedua di LMU Munich
Baru saja menyelesaikan PhD pertamanya, Laurent langsung melanjutkan PhD kedua di bidang medical science di LMU Munich, Jerman, salah satu universitas terbaik di Eropa.
Langkah ini sejalan dengan cita-citanya untuk menggabungkan fisika, kedokteran, dan kecerdasan buatan (AI). Ia ingin menciptakan teknologi yang mampu membantu manusia hidup lebih lama serta memperbaiki bagian tubuh yang rusak akibat penyakit atau penuaan.
Tolak Tawaran Gaji Fantastis dari Perusahaan Teknologi
Kecerdasan Laurent membuat banyak perusahaan teknologi raksasa dunia tertarik merekrutnya dengan tawaran gaji fantastis. Namun ia memilih menolak semua itu. Fokusnya bukan pada kekayaan, melainkan pada riset dan kontribusi nyata bagi kesehatan manusia.
(nnz)
Lihat Juga :