Kisah Laurent Simons, Jenius Belgia Lulus PhD Fisika Kuantum di Usia 15 Tahun
Kamis, 26 Februari 2026 - 15:22 WIB
Baca juga: Kisah Izzat, Pernah Jadi Kuli dan Loper Koran di Jepang, Kini Raih Gelar Doktor Biologi Kelautan
Pada usia 9 tahun, Laurent memilih jurusan teknik elektro di Belanda sebagai tujuan kuliah S1. Ia kembali mendapatkan fasilitas akselerasi. Namun karena usianya yang terlalu muda dan kampus tidak memperbolehkannya lulus sebelum usia 10 tahun, orang tuanya memutuskan memindahkannya ke Belgia.
Di University of Antwerp, yang dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di Belgia, Laurent beralih ke jurusan fisika. Ia menyelesaikan gelar sarjana hanya dalam 18 bulan. Setelah itu, ia langsung melanjutkan S2 di jurusan dan kampus yang sama, dan berhasil merampungkannya dalam waktu satu tahun saja.
Baca juga: Kisah dr Rafli, Lulusan Terbaik FK UI yang Raih Gelar Doktor dengan IPK 4,00
Tak berhenti di sana, Laurent melanjutkan studi doktoralnya di bidang fisika kuantum. Di usia 15 tahun, ia sudah aktif berdiskusi dan berdebat dengan para peneliti senior. Risetnya pun bukan riset biasa, melainkan penelitian mendalam di bidang fisika kuantum yang dikenal sangat kompleks.
S1 di Belanda, Pindah ke Belgia
Pada usia 9 tahun, Laurent memilih jurusan teknik elektro di Belanda sebagai tujuan kuliah S1. Ia kembali mendapatkan fasilitas akselerasi. Namun karena usianya yang terlalu muda dan kampus tidak memperbolehkannya lulus sebelum usia 10 tahun, orang tuanya memutuskan memindahkannya ke Belgia.
Di University of Antwerp, yang dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di Belgia, Laurent beralih ke jurusan fisika. Ia menyelesaikan gelar sarjana hanya dalam 18 bulan. Setelah itu, ia langsung melanjutkan S2 di jurusan dan kampus yang sama, dan berhasil merampungkannya dalam waktu satu tahun saja.
Baca juga: Kisah dr Rafli, Lulusan Terbaik FK UI yang Raih Gelar Doktor dengan IPK 4,00
Raih Gelar PhD Fisika Kuantum di Usia 15 Tahun
Tak berhenti di sana, Laurent melanjutkan studi doktoralnya di bidang fisika kuantum. Di usia 15 tahun, ia sudah aktif berdiskusi dan berdebat dengan para peneliti senior. Risetnya pun bukan riset biasa, melainkan penelitian mendalam di bidang fisika kuantum yang dikenal sangat kompleks.
Lihat Juga :