Kacamata AI Karya Mahasiswa UI Bawa Indonesia ke Global Ambassador Samsung SFT 2026
Minggu, 15 Maret 2026 - 11:03 WIB
Perjalanan Tim Labmino menuju Milan sendiri bermula dari seleksi nasional Samsung Solve for Tomorrow yang dimulai pada 2025. Dilanjutkan ke tahap semifinal dan final nasional, hingga lolos ke seleksi regional Southeast Asia and Oceania dan akhirnya Global Selection. Di Milan, rangkaian acara SFT meliputi seremoni penunjukan ambassador, pameran solusi inovatif, dan kegiatan jejaring internasional yang mempertemukan talenta, investor, dan mitra potensial.
Kehadiran Tim Labmino pada kesempatan tersebut membuka peluang kolaborasi riset, pilot project, dan akses ke jaringan industri yang lebih luas. Dari sisi akademik, ini menjadi contoh konkret implementasi kurikulum yang memadukan kompetensi teknis (AI, hardware, IoT) dengan pendekatan desain berorientasi pengguna (user-centered design).
“Inovasi seperti RunSight tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga kepedulian terhadap isu inklusivitas dan akses bagi penyandang disabilitas. Kami berharap capaian ini dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa di berbagai perguruan tinggi,” ujar Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Benny Bandanadjadja.
Kemdiktisaintek berharap pencapaian ini memicu lebih banyak lagi inisiatif serupa di perguruan tinggi lain. Di mana mahasiswa didorong berinovasi bukan demi penghargaan semata, melainkan untuk menjawab persoalan masyarakat dengan solusi yang dapat direplikasi dan diakses, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga. Harapan dan langkah ke depan untuk menciptakan dampak sosial tersebut sudah dimulai hari ini oleh tim Mahasiswa 'Labmino' Universitas Indonesia.
Kehadiran Tim Labmino pada kesempatan tersebut membuka peluang kolaborasi riset, pilot project, dan akses ke jaringan industri yang lebih luas. Dari sisi akademik, ini menjadi contoh konkret implementasi kurikulum yang memadukan kompetensi teknis (AI, hardware, IoT) dengan pendekatan desain berorientasi pengguna (user-centered design).
“Inovasi seperti RunSight tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga kepedulian terhadap isu inklusivitas dan akses bagi penyandang disabilitas. Kami berharap capaian ini dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa di berbagai perguruan tinggi,” ujar Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Benny Bandanadjadja.
Kemdiktisaintek berharap pencapaian ini memicu lebih banyak lagi inisiatif serupa di perguruan tinggi lain. Di mana mahasiswa didorong berinovasi bukan demi penghargaan semata, melainkan untuk menjawab persoalan masyarakat dengan solusi yang dapat direplikasi dan diakses, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga. Harapan dan langkah ke depan untuk menciptakan dampak sosial tersebut sudah dimulai hari ini oleh tim Mahasiswa 'Labmino' Universitas Indonesia.
(nnz)
Lihat Juga :