UI Gelar Wisuda Virtual bagi 7.377 Lulusan D3 hingga S3
Minggu, 18 Oktober 2020 - 05:37 WIB
Menteri Erick juga menyebutkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan ekosistem yang baik untuk mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, investasi, jasa, pariwisata, maritim, pertanian, dan sektor-sektor lainnya. Program ini tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat, diantaranya para lulusan UI yang tentu telah siap berkontribusi bagi negeri. “Kami mencari talenta terbaik untuk bergabung kepada kami untuk membuat BUMN kita menjadi terbaik dalam persaingan global,” ujarnya. (Baca juga: Rektor UI: Ini 10 Kompetensi Utama yang Harus Dimiliki Mahasiswa )
Pada pidatonya, Rektor UI Ari mengatakan, untuk menjawab tantangan saat ini maupun pascapandemi nantinya, perguruan tinggi harus bertransformasi dan berkolaborasi. Pandemi ini menjadi momentum UI secara merdeka menjalankan marwah perguruan tinggi yang sesungguhnya. “Proses hulu hingga hilir telah dilalui, mulai dari meneliti di laboratorium hingga menuangkan buah pikiran menjadi sebuah produk inovatif yang dapat diproduksi dan didistribusikan ke seluruh Indonesia. Diharapkan para wisudawan Program Profesi, Spesialis, Magister dan Doktor juga dapat terjun langsung ke masyarakat untuk memecahkan solusi dari berbagai tantangan dan permasalahan yang muncul di tengah pandemi dan pascapandemi,” katanya.
Pada program profesi, sebanyak 190 lulusan program profesi reguler dan 33 lulusan program profesi kelas internasional berhasil lulus dengan predikat cumlaude. Sebanyak delapan lulusan Fakultas Teknik (FTUI) dari program profesi reguler meraih IPK tertinggi yaitu 4,00. Mereka adalah Kgs Mohd. Miftah Salam, Hapit Sugandi, Fidelis Kalmen Gultom, Bambang Niryono, Ali Sunandar, Leonardo, Atma Yudha Prawira, dan Rifqi Putra Fadillah. Sementara, pada program profesi kelas internasional, IPK tertinggi diraih oleh Anshorulloh Abd Fath (Pendidikan Dokter – Fakultas Kedokteran (FKUI)) dengan IPK 3,77.
Berikutnya, sebanyak 69 lulusan program Sp-1 dan 25 lulusan program Sp-2 meraih predikat cumlaude. Sebanyak dua lulusan dari program Sp-1 dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK UI) memperoleh IPK sempurna (4,00) yang diraih oleh Yunita Astriani Hardayati (program studi Spesialis Keperawatan Jiwa) dan Ismail Fahmi (program studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah). Sementara, dari program Sp-2, Sidharta Kusuma Manggala dari program studi Anestesiologi dan Terapi Intensif – Fakultas Kedokteran (FKUI) berhasil memperoleh IPK tertinggi yaitu IPK 3,95. (Baca juga: Rektor UI Paparkan Kontribusi Riset dan Inovasi UI untuk Perangi COVID-19 )
Pada program pendidikan magister, sebanyak 582 lulusan meraih predikat cumlaude. Lima orang lulusan yaitu Dicky Rezky Munazat (program studi ilmu bahan-bahan/material – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UI)), Dhawud Sabilur Razaq (ilmu bahan-bahan/material FMIPA UI), Alfonso Brolin Sihite (teknik elektro –FTUI), Kenia Trideria (teknik Industri – FTUI), dan Muhammad Luthvan Hood (teknik elektro – FTUI) meriah IPK tertinggi dengan perolehan IPK 4,00.
Pada pidatonya, Rektor UI Ari mengatakan, untuk menjawab tantangan saat ini maupun pascapandemi nantinya, perguruan tinggi harus bertransformasi dan berkolaborasi. Pandemi ini menjadi momentum UI secara merdeka menjalankan marwah perguruan tinggi yang sesungguhnya. “Proses hulu hingga hilir telah dilalui, mulai dari meneliti di laboratorium hingga menuangkan buah pikiran menjadi sebuah produk inovatif yang dapat diproduksi dan didistribusikan ke seluruh Indonesia. Diharapkan para wisudawan Program Profesi, Spesialis, Magister dan Doktor juga dapat terjun langsung ke masyarakat untuk memecahkan solusi dari berbagai tantangan dan permasalahan yang muncul di tengah pandemi dan pascapandemi,” katanya.
Pada program profesi, sebanyak 190 lulusan program profesi reguler dan 33 lulusan program profesi kelas internasional berhasil lulus dengan predikat cumlaude. Sebanyak delapan lulusan Fakultas Teknik (FTUI) dari program profesi reguler meraih IPK tertinggi yaitu 4,00. Mereka adalah Kgs Mohd. Miftah Salam, Hapit Sugandi, Fidelis Kalmen Gultom, Bambang Niryono, Ali Sunandar, Leonardo, Atma Yudha Prawira, dan Rifqi Putra Fadillah. Sementara, pada program profesi kelas internasional, IPK tertinggi diraih oleh Anshorulloh Abd Fath (Pendidikan Dokter – Fakultas Kedokteran (FKUI)) dengan IPK 3,77.
Berikutnya, sebanyak 69 lulusan program Sp-1 dan 25 lulusan program Sp-2 meraih predikat cumlaude. Sebanyak dua lulusan dari program Sp-1 dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK UI) memperoleh IPK sempurna (4,00) yang diraih oleh Yunita Astriani Hardayati (program studi Spesialis Keperawatan Jiwa) dan Ismail Fahmi (program studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah). Sementara, dari program Sp-2, Sidharta Kusuma Manggala dari program studi Anestesiologi dan Terapi Intensif – Fakultas Kedokteran (FKUI) berhasil memperoleh IPK tertinggi yaitu IPK 3,95. (Baca juga: Rektor UI Paparkan Kontribusi Riset dan Inovasi UI untuk Perangi COVID-19 )
Pada program pendidikan magister, sebanyak 582 lulusan meraih predikat cumlaude. Lima orang lulusan yaitu Dicky Rezky Munazat (program studi ilmu bahan-bahan/material – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UI)), Dhawud Sabilur Razaq (ilmu bahan-bahan/material FMIPA UI), Alfonso Brolin Sihite (teknik elektro –FTUI), Kenia Trideria (teknik Industri – FTUI), dan Muhammad Luthvan Hood (teknik elektro – FTUI) meriah IPK tertinggi dengan perolehan IPK 4,00.
Lihat Juga :