Pandemi Covid-19 Mengakselerasi Transformasi Digital di Dunia Pendidikan
Jum'at, 13 November 2020 - 15:50 WIB
Senada diungkapkan, pakar teknologi dan informasi, Prof. Richardus Eko Indrajit, menyatakan sudah saatnya universitas memiliki platform. "Institusi pendidikan tinggi yang bisa survive di masa depan adalah yang bisa fleksibel. Misalnya menyediakan 'paket' kurikulum sesuai kebutuhan mahasiswa atau memberikan jaminan bahwa mereka bisa mendapatkan pengetahuan di mana saja tanpa perlu mengunjungi perguruan tinggi tersebut,” ungkap Prof. Eko. (Baca juga: FRI: Dunia Kampus dan Industri Masih Sering 'Berkonflik' soal Inovasi )
Terkait transformasi digital, Dr. Oya I. Tukel, Dekan Martin Tuchman School of Management dari New Jersey Institute of Technology menceritakan adanya kekhususan di bidang financial technology (FinTech) untuk para mahasiswa program bisnis di institusinya. “Tidak banyak universitas di Amerika Serikat berfokus pada isu FinTech. Padahal, ekspertis ini sangat dibutuhkan di era disrupsi seperti sekarang," ujarnya.
Hal ini ditekankan pula oleh Dr. Philippe Grange, Attaché for Linguistic Cooperation, France Embassy bahwa universitas harus tetap menjaga kualitas meskipun tren masa depan pendidikan akan beralih ke daring.
Poin lain yang juga penting ditekankan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Pertamina Prof. Ichsan Setya Putra. “Universitas tetap harus memikirkan tentang link and match kurikulum dengan kebutuhan dunia industri saat ini. Karena lahir dari dunia industri, Universitas Pertamina memiliki kelebihan dalam hal ini, khususnya terkait dengan isu-isu sentral di industri energi,” pungkasnya.
Terkait transformasi digital, Dr. Oya I. Tukel, Dekan Martin Tuchman School of Management dari New Jersey Institute of Technology menceritakan adanya kekhususan di bidang financial technology (FinTech) untuk para mahasiswa program bisnis di institusinya. “Tidak banyak universitas di Amerika Serikat berfokus pada isu FinTech. Padahal, ekspertis ini sangat dibutuhkan di era disrupsi seperti sekarang," ujarnya.
Hal ini ditekankan pula oleh Dr. Philippe Grange, Attaché for Linguistic Cooperation, France Embassy bahwa universitas harus tetap menjaga kualitas meskipun tren masa depan pendidikan akan beralih ke daring.
Poin lain yang juga penting ditekankan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Pertamina Prof. Ichsan Setya Putra. “Universitas tetap harus memikirkan tentang link and match kurikulum dengan kebutuhan dunia industri saat ini. Karena lahir dari dunia industri, Universitas Pertamina memiliki kelebihan dalam hal ini, khususnya terkait dengan isu-isu sentral di industri energi,” pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :