Cerita Sedih Guru Honorer, Hidup di Kota Besar hanya Bergaji Rp1 Juta Per Bulan
Selasa, 17 November 2020 - 22:01 WIB
Guru honorer harus mengajar secara tatap muka dengan siswanya yang tidak memiliki gawai dan kuota internet. Foto/Dok/SINDOnews
BANDUNG - Rencana pemerintah memberikan bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp1,8 juta per bulan kepada 2 juta guru honorer membawa angin segar. Setidaknya, mereka memiliki harapan atas kehidupannya ke depan.
Menurut salah seorang guru honorer di Kota Bandung yang juga pengurus Federasi Aksi Guru Indonesia (FAGI) Dedi Kusnadi, sejak pandemi COVID-19, banyak guru honorer terkena dampaknya.
Penyebabnya, sekolah libur sehingga banyak anak didik yang kesulitan atau enggan membayar SPP. Sementara, bagi sekolah swasta, SPP adalah tumpuan untuk biaya operasional dan gaji. (Baca juga: Bantuan Subsidi Upah Harus Prioritaskan Guru Honorer Sekolah Swasta )
"Sehingga jangan heran banyak yayasan yang hampir pailit. Ini juga berimbas kepada gaji guru honorer sekolah swasta. Pendapatan mereka berkurang drastis," jelas Dedi, Selasa (17/11/2020).
Menurut salah seorang guru honorer di Kota Bandung yang juga pengurus Federasi Aksi Guru Indonesia (FAGI) Dedi Kusnadi, sejak pandemi COVID-19, banyak guru honorer terkena dampaknya.
Penyebabnya, sekolah libur sehingga banyak anak didik yang kesulitan atau enggan membayar SPP. Sementara, bagi sekolah swasta, SPP adalah tumpuan untuk biaya operasional dan gaji. (Baca juga: Bantuan Subsidi Upah Harus Prioritaskan Guru Honorer Sekolah Swasta )
"Sehingga jangan heran banyak yayasan yang hampir pailit. Ini juga berimbas kepada gaji guru honorer sekolah swasta. Pendapatan mereka berkurang drastis," jelas Dedi, Selasa (17/11/2020).
Lihat Juga :