Dies Natalis Ke-71 di Tengah Pandemi, UGM Komitmen Terus Mengabdi
Minggu, 20 Desember 2020 - 15:02 WIB
“Penerapan KBM daring menjadi pendorong implementasi pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran yang sebenarnya telah diakselerasi sejak tahun 2018 melalui kebijakan penerapan pembelajaran secara bauran,” paparnya. (Baca juga: UI Ciptakan Perangkat Alat Sikat Gigi untuk Orang yang Pernah Menderita Kusta )
Menurutu Panut tantangan penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi yakni bagaimana pencegahan penyebaran COVUD-19, baik dilingkungan kampus, sekitar kampus, maupun tempat mahasiswa tinggal dan berinteraksi sosial. “Untuk itu UGM membentuk tim Satgas COVID-19 UGM untuk merespon pencegahan COVID-19,” jelasnya.
Pandemi OVID-19 mendorong UGM untuk melakukan penekanan dan perubahan pada berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakatnya. Di antaranya KKN PPM bertema mitigasi pandemi, mendidtribusikan obat-obatan, perlengkapan kesehatan, handzanitiser dan disinfektan ke lembaga rumah sakit, faskes pratama, dan pemda di 22 provinsi,
“UGM juga melakukan layanan screening COVID-19 untuk membantu Pemda DIY dan Jawa Tengah dalam proses screning COVID-19. Hingga 11 Desember 2020 UGM melalaui lab FKKMK telah menerima sampel swab nasofaring sebanyak 30.815 sampel meliputi 4.135 sampel positif dan 26.500 sampel negatif,” paparnya.
Semenara guru besar FKKMK UGM Prof. Hari Kusnanto dalam orasi ilmiah berjudul Menghidupkan Kesetiakawanan Sosial di Tengah Pandemi Covid-19 memaparkan berbagai kontribusi yang dilakukan para peneliti dan dosen UGM dalam upaya penanggulangan wabah COVID-19. Di antaranya pengembangan pemodelan matematik penularan COVID-19, simulasi komputer atas bahan alam Indonesia untuk menghambat infeksi dan replikasi virus corona baru untuk mendukung pengembangan jamu, obat herbal terstandar atau fitofarmaka dan pengembangan rapid tes antibodi.
Menurutu Panut tantangan penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi yakni bagaimana pencegahan penyebaran COVUD-19, baik dilingkungan kampus, sekitar kampus, maupun tempat mahasiswa tinggal dan berinteraksi sosial. “Untuk itu UGM membentuk tim Satgas COVID-19 UGM untuk merespon pencegahan COVID-19,” jelasnya.
Pandemi OVID-19 mendorong UGM untuk melakukan penekanan dan perubahan pada berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakatnya. Di antaranya KKN PPM bertema mitigasi pandemi, mendidtribusikan obat-obatan, perlengkapan kesehatan, handzanitiser dan disinfektan ke lembaga rumah sakit, faskes pratama, dan pemda di 22 provinsi,
“UGM juga melakukan layanan screening COVID-19 untuk membantu Pemda DIY dan Jawa Tengah dalam proses screning COVID-19. Hingga 11 Desember 2020 UGM melalaui lab FKKMK telah menerima sampel swab nasofaring sebanyak 30.815 sampel meliputi 4.135 sampel positif dan 26.500 sampel negatif,” paparnya.
Semenara guru besar FKKMK UGM Prof. Hari Kusnanto dalam orasi ilmiah berjudul Menghidupkan Kesetiakawanan Sosial di Tengah Pandemi Covid-19 memaparkan berbagai kontribusi yang dilakukan para peneliti dan dosen UGM dalam upaya penanggulangan wabah COVID-19. Di antaranya pengembangan pemodelan matematik penularan COVID-19, simulasi komputer atas bahan alam Indonesia untuk menghambat infeksi dan replikasi virus corona baru untuk mendukung pengembangan jamu, obat herbal terstandar atau fitofarmaka dan pengembangan rapid tes antibodi.
Lihat Juga :