Tantangan Global, Kampus Merdeka akan Mengasah Potensi Mahasiswa
Rabu, 10 Maret 2021 - 21:58 WIB
“Kalau dulu diajarkan dalam ruangan-ruangan, satu orang fokus dengan satu program studinya, sekarang dengan adanya Merdeka Belajar-Kampus Merdeka kita dorong agar mereka bisa mengasah potensi yang dimiliki di program studi lain yang setara dengan 20 sks,” katanya melalui siaran pers, Rabu (10/3).
Nizam berpesan, implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka ini harus dimulai dengan membangun atmosfer kampus yang sehat, aman dan nyaman. Kampus yang sehat adalah ekosistem penting untuk melahirkan insan-insan yang merdeka, berakhlak mulia, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kritis dengan daya nalar tinggi, juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Baca juga: Mendikbud Janjikan Bonus Ini untuk Guru Honorer Berusia di Atas 40 Tahun
Selain itu, kampus juga harus bebas dari intoleransi, perundungan, kekerasan seksual, narkoba, minuman keras, sehingga tercipta lingkungan kampus yang sehat spiritual, fisik dan emosional. Menurutnya, kesehatan intelektual kampus harus melahirkan intelektual muda yang terbiasa berbeda pendapat atau berdiskusi dan berargumentasi dalam suasana kekeluargaan.
“Hubungan mahasiswa, dosen dan rektor adalah hubungan seperti kakak dan adik, orang tua dan anak saling asah asih asuh untuk membangun sumber daya manusia yang produktif dan kreatif,” katanya.
Nizam berpesan, implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka ini harus dimulai dengan membangun atmosfer kampus yang sehat, aman dan nyaman. Kampus yang sehat adalah ekosistem penting untuk melahirkan insan-insan yang merdeka, berakhlak mulia, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kritis dengan daya nalar tinggi, juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Baca juga: Mendikbud Janjikan Bonus Ini untuk Guru Honorer Berusia di Atas 40 Tahun
Selain itu, kampus juga harus bebas dari intoleransi, perundungan, kekerasan seksual, narkoba, minuman keras, sehingga tercipta lingkungan kampus yang sehat spiritual, fisik dan emosional. Menurutnya, kesehatan intelektual kampus harus melahirkan intelektual muda yang terbiasa berbeda pendapat atau berdiskusi dan berargumentasi dalam suasana kekeluargaan.
“Hubungan mahasiswa, dosen dan rektor adalah hubungan seperti kakak dan adik, orang tua dan anak saling asah asih asuh untuk membangun sumber daya manusia yang produktif dan kreatif,” katanya.
Lihat Juga :