Manfaat Maggot dalam Pengolahan Sampah Dibahas dalam Webinar SMA Pradita Dirgantara
Selasa, 16 Maret 2021 - 14:32 WIB
Produksi Maggot terbagi dalam 2 cara. Pertama, memproduksi maggot langsung dari alam atau yang dikenal dengan open system, di mana produksinya langsung terintegrasi dengan perkebunan.
Kedua, close system dengan memelihara maggot ditempat yang terkontrol atau yang disebut dengan insektarium. Pemanfaatan maggot dalam mendukung industri perikanan dan peternakan menjadi sektor ekonomi baru yang berbasis lingkungan (economic environmental friendly). Baca juga: SMA Pradita Dirgantara Sekolah Pertama Gelar Educate Global Program bersama NIU
Di akhir paparan, Melta menyebutkan pengaplikasian maggot dalam mengolah limbah makanan (food waste) butuh kerjasama dari berbagai sector. Mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindustrian, Dinas Perikanan, Pertanian dan Peternakan, serta pihak swasta.
Ketua Umum Yasarini, Nanny Hadi Tjahjanto berharap dengan webinar kali ini maggot dapat menjadi agen alternatif yang menjanjikan yang mampu menekan volume sampah organik dan mempunyai nilai ekonomis. Juga dapat dimanfaatkan oleh SMA Pradita Dirgantara dalam program kolam terpadu dan Poultry Centre yang telah dibangun di sekolah ini untuk menunjang pembelajaran dan pemanfaatan lingkungan.
Direktur Direktorat Pengembangan Sekolah Pradita Dirgantara, Dwi A Yuliantoro dalam closing statement-nya berharap webinar kali ini akan tercipta Duta Sampah Organik yang berasal dari siswa-siswi SMA Pradita Dirgantara. “Karena ketika kita membicarakan sesuatu hal yang organik maka itu berhubungan dengan sesuatu hal yang memiliki nilai jual yang tinggi dan tentunya akan bermanfaat bagi diri sendiri dan juga masyarakat,” terangnya.
Kedua, close system dengan memelihara maggot ditempat yang terkontrol atau yang disebut dengan insektarium. Pemanfaatan maggot dalam mendukung industri perikanan dan peternakan menjadi sektor ekonomi baru yang berbasis lingkungan (economic environmental friendly). Baca juga: SMA Pradita Dirgantara Sekolah Pertama Gelar Educate Global Program bersama NIU
Di akhir paparan, Melta menyebutkan pengaplikasian maggot dalam mengolah limbah makanan (food waste) butuh kerjasama dari berbagai sector. Mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindustrian, Dinas Perikanan, Pertanian dan Peternakan, serta pihak swasta.
Ketua Umum Yasarini, Nanny Hadi Tjahjanto berharap dengan webinar kali ini maggot dapat menjadi agen alternatif yang menjanjikan yang mampu menekan volume sampah organik dan mempunyai nilai ekonomis. Juga dapat dimanfaatkan oleh SMA Pradita Dirgantara dalam program kolam terpadu dan Poultry Centre yang telah dibangun di sekolah ini untuk menunjang pembelajaran dan pemanfaatan lingkungan.
Direktur Direktorat Pengembangan Sekolah Pradita Dirgantara, Dwi A Yuliantoro dalam closing statement-nya berharap webinar kali ini akan tercipta Duta Sampah Organik yang berasal dari siswa-siswi SMA Pradita Dirgantara. “Karena ketika kita membicarakan sesuatu hal yang organik maka itu berhubungan dengan sesuatu hal yang memiliki nilai jual yang tinggi dan tentunya akan bermanfaat bagi diri sendiri dan juga masyarakat,” terangnya.
(poe)
Lihat Juga :