Profil Prof Adi Utarini, Peneliti UGM yang Masuk 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia

Sabtu, 18 September 2021 - 05:30 WIB
"Ini adalah upaya terobosan untuk menemukan harapan baru pengendalian demam berdarah. Yang kita lakukan adalah sebuah intervensi lingkungan dengan nyamuk Aedes aegypti yang sudah ada bakteri Wolbachia," terangnya melansir laman resmi UGM.

Baca juga: Nadiem Nginap di Rumahnya, Nuri: Saking Nggak Percaya, Nggak Bisa Tidur Semalaman

Nature pun menyebut Prof Uut sebagai komandan nyamuk dan memaparkan capaian tim peneliti WMP Yogyakarta yang berhasil menurunkan kasus demam berdarah di Kota Yogyakarta sebesar 77 %.

Penurunan kasus demam berdarah ini menuai pujian dari para epidemiolog karena dapat dimaknai sebagai sebuah kemenangan besar untuk menekan virus yang telah mewabah di banyak negara terutama di negara-negara berpendapatan rendah seperti di Asia, Afrika dan Amerika Selatan.

Disisi lain, Presiden Joko Widodo pun ikut bangga dengan pernah menggunggah prestasi dan keberhasilan Adi Utarini yang masuk dalam Nature’s 10: Ten People Who Helped Shape Science in 2020 dari jurnal Nature dalam salah satu unggahan di instagramnya pada tahun lalu.

Kiprahnya pun tidak hanya mendapat pengakuan dari luar negeri. Di dalam negeri, upayanya untuk mengendalikan DBD di Indonesia juga mengantarnya mendapatkan Habibie Award 2019 di bidang ilmu kedokteran dan bioteknologi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!