Pengaruh E-Learning terhadap Self-Efficacy dan Curiosity Siswa SMK
Rabu, 08 Desember 2021 - 15:30 WIB
Zakiyatul Munawaroh. FOTO/DOK.PRIBADI
Zakiyatul Munawaroh, SPd, MM
Guru Mata Pelajaran Produktif SMK Negeri 1 Bojongsari, Purbalingga, Jateng
SISTEM pembelajaran e-learning yang berkembang saat ini adalah blended learning. Ini merupakan campuran antara pembelajaran online dan langsung atau tatap muka di kelas. Pembelajaran di kelas tetap digelar untuk memberikan tugas atau materi pelajaran yang belum disampaikan saat pembelajaran online.
Namun dalam pelaksanaan blended learning sering kali tidak sesuai dengan target yang diinginkan. Keterlibatan atau partisipasi siswa dalam proses belajar rendah. Penyebabnya beragam, metode pembelajaran yang digunakan konvensional dan tidak menarik; guru kurang memahami konsep pembelajaran; dan menekan siswa, sehingga membuat self-efficacy (kepercayaan terhadap kemampuannya) menurun.
Jika dilihat dari sebab-akibat itu, maka bisa ditarik kesimpulan penyebab dasar seorang siswa tidak memiliki motivasi belajar adalah rendahnya self-efficacy. Lebih spesifik lagi, penyebab kemauan belajar ini karena curiosity (rasa ingin tahu) siswa rendah.
Guru Mata Pelajaran Produktif SMK Negeri 1 Bojongsari, Purbalingga, Jateng
SISTEM pembelajaran e-learning yang berkembang saat ini adalah blended learning. Ini merupakan campuran antara pembelajaran online dan langsung atau tatap muka di kelas. Pembelajaran di kelas tetap digelar untuk memberikan tugas atau materi pelajaran yang belum disampaikan saat pembelajaran online.
Namun dalam pelaksanaan blended learning sering kali tidak sesuai dengan target yang diinginkan. Keterlibatan atau partisipasi siswa dalam proses belajar rendah. Penyebabnya beragam, metode pembelajaran yang digunakan konvensional dan tidak menarik; guru kurang memahami konsep pembelajaran; dan menekan siswa, sehingga membuat self-efficacy (kepercayaan terhadap kemampuannya) menurun.
Jika dilihat dari sebab-akibat itu, maka bisa ditarik kesimpulan penyebab dasar seorang siswa tidak memiliki motivasi belajar adalah rendahnya self-efficacy. Lebih spesifik lagi, penyebab kemauan belajar ini karena curiosity (rasa ingin tahu) siswa rendah.
Lihat Juga :