President University, Kampus dengan Jumlah Mahasiswa Asing Terbanyak se-Indonesia

Jum'at, 29 Juli 2022 - 23:41 WIB
"Selamat datang kepada seluruh mahasiswa asing. Kami tentu senang melihat begitu banyaknya mereka yang ingin melanjutkan kuliahnya di PresUniv. Ini membuktikan tingginya kualitas sistem pendidikan di PresUniv," kata Prof. Dr. Chairy, Rektor PresUniv, Jumat (29/7/2022).

Menurutnya, sejak awal berdirinya PresUniv sudah mencanangkan diri menjadi international university. Itu dibuktikan dengan penggunaan bahasa Inggris dalam pelaksanaan perkuliahan.

"Bukan hanya untuk kegiatan di kelas, tetapi juga setiap laporan, tugas atau ujian, penyusunan skripsi dan berbagai kegiatan akademis lainnya, semuanya menggunakan bahasa Inggris," terangnya.

Banyaknya mahasiswa asing tersebut berperan penting dalam menciptakan iklim internasional di PresUniv.

Semua itu masih ditambah dengan adanya perusahaan-perusahaan multinasional dari berbagai negara di dunia, seperti Mattel, Unilever, L’Oreal, Samsung, Komatsu, Mondelez, ICI Paints, Lotte, Nissin, Kao, Evonik dan beberapa lainnya.

Lokasi perusahaan-perusahaan itu berada di kawasan industri Jababeka, Cikarang, Bekasi, sama persis dengan lokasi kampus PresUniv.

Adanya perusahaan-perusahaan multinasional tersebut, serta mahasiswa asing, kian melengkapi iklim internasional di lingkungan kampus PresUniv.

"Dengan adanya mahasiswa asing tersebut, mahasiswa Indonesia bisa mengenal beragam bahasa, tradisi dan budaya dari berbagai negara di dunia. Mereka, mahasiswa asing dan mahasiswa Indonesia, akan saling berinteraksi. Mereka akan saling mengenal, belajar untuk memahami perbedaan budaya, tradisi dan gaya hidup masing-masing," papar Chairy.

Dengan adanya interaksi tersebut, mahasiswa-mahasiswa PresUniv juga akan menjadi lebih terbuka terhadap berbagai perbedaan. Sikap semacam ini, tutur Chairy, sangat penting dan bisa menjadi bekal untuk berkarier setelah mereka lulus dari PresUniv. Entah itu bagi yang ingin berkarier sebagai eksekutif profesional, menjadi entrepreneur atau akademisi.

Lanjut Chairy, bahasa biasanya kerap menjadi "pintu pembuka" bagi setiap orang untuk mengenal beragam budaya dan tradisi yang berlaku di suatu negara. Adanya mahasiswa asing tersebut membuat mahasiswa Indonesia bisa belajar bahasa asing lainnya, sesuai asal negara si mahasiswa.
Halaman :
tulis komentar anda
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More