HI UNPAR Gelar Konferensi Internasional, Bahas Sejumlah Tantangan Global

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 13:21 WIB
3. Dinamika terkini mengingatkan kita bahwa politik internasional bukan hanya tentang “great power” tetapi kita juga harus memperhatikan negara-negara dengan kekuatan kecil dan menengah. Serta aktor utama dalam hubungan internasional bukan hanya negara, tetapi juga aktor non-negara.

4. Belajar dari pandemi Covid-19 dan Perang di Ukraina. Negara kecil dan menengah harus memikirkan mekanisme untuk bertahan hidup dan self-help. Mereka tidak dapat sepenuhnya bergantung pada komitmen negara besar, karena terbukti negara besar memiliki agenda tersendiri untuk bertahan dan menjaga posisinya, yang mengingatkan kita bahwa kita tetap hidup dalam sistem internasional yang Anarkhi.

5. Negara dengan kekuatan menengah seperti Indonesia tidak dapat hanya fokus kepada agenda jangka pendek dan kebutuhan domestik dalam hubungan luar negerinya seperti pertumbuhan ekonomi, aliran investasi, dan infrastruktur. Kita harus berinvestasi dalam kancah yang lebih strategis seperti Kerja sama keamanan, hubungan politik, dan manajemen krisis yang dapat menunjukkan bahwa kita merupakan mitra yang dapat diandalkan oleh entitas lainnya. Hal tersebut akan membuat Indonesia semakin relevan dalam hubungan internasional di masa depan, walaupun memiliki kapabilitas hard power yang terbatas.

6. Kita harus bersiap-siap untuk masa depan yang semakin menantang, karena tensi antar negara besar meningkat di beberapa titik secara global. Tensi tersebut akan dapat membawa disrupsi baik secara ekonomi, sosial, dan politik secara global dan dapat meninggalkan negara dengan kekuatan menengah dan kecil di belakang.
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!