Program Kampus Merdeka Ini Bantu Mahasiswa Cepat Dapat Kerja dan Bergaji Tinggi
Sabtu, 21 Januari 2023 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
“Apalagi, bagi mahasiswa vokasi, magang merupakan hal wajib. Melalui program MSIB, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan magang di industri-industri dan mitra-mitra yang sudah dikurasi,” ujarnya.
Menurut Kiki, dukungan perguruan tinggi, para dosen, dan kepala program studi sangat diperlukan oleh para mahasiswa agar mereka berani dan lebih percaya diri untuk mengikuti program MSIB.
Dukungan kampus utamanya adalah terkait dengan konversi SKS bagi para mahasiswa yang kerap menjadi kendala bagi mahasiswa. “Masih banyak perguruan tinggi yang belum mengonversikan program MSIB mahasiswa ke dalam 20 SKS dengan berbagai alasan,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Beny Bandanadjaja mengatakan, melalui program MSIB, para mahasiswa bisa berinteraksi langsung dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta merasakan atmosfer industri dan berbagai hal yang tidak didapatkan di kampus.
“Mereka akan lebih percaya diri saat wawancara kerja dan membuat peluang bekerja mereka menjadi lebih tinggi,” kata Beny dalam kegiatan sosialisasi yang sama.
Selain mampu mengakselerasi kebekerjaan para lulusan, lanjut Beny, program MSIB juga memberikan dampak pada positif terhadap perguruan tinggi, utamanya dalam pencapaian indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi negeri. Selain itu, kebekerjaan lulusan juga akan memberikan citra positif kepada masyarakat dan industri mitra.
Baca juga: PKK dan PKW Kembali Digelar, Kemendikbudristek Minta LKP Jemput Bola
“Kami berharap pihak kampus berani menyesuaikan kurikulum di kampus dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka agar mahasiswa bisa mengikuti program MSIB,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Program MSIB, Wachyu Hadi Haji, mengatakan bahwa dengan melihat ketimpangan ketersediaan lapangan kerja saat ini, keikutsertaan mahasiswa dalam program MSIB akan membantu mahasiswa memperoleh pekerjaan.
“Banyak alumni MSIB yang langsung direkrut oleh perusahaan tempat mereka melakukan magang atau studi independen,” tutur Wachyu.
Menurut Kiki, dukungan perguruan tinggi, para dosen, dan kepala program studi sangat diperlukan oleh para mahasiswa agar mereka berani dan lebih percaya diri untuk mengikuti program MSIB.
Dukungan kampus utamanya adalah terkait dengan konversi SKS bagi para mahasiswa yang kerap menjadi kendala bagi mahasiswa. “Masih banyak perguruan tinggi yang belum mengonversikan program MSIB mahasiswa ke dalam 20 SKS dengan berbagai alasan,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Beny Bandanadjaja mengatakan, melalui program MSIB, para mahasiswa bisa berinteraksi langsung dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta merasakan atmosfer industri dan berbagai hal yang tidak didapatkan di kampus.
“Mereka akan lebih percaya diri saat wawancara kerja dan membuat peluang bekerja mereka menjadi lebih tinggi,” kata Beny dalam kegiatan sosialisasi yang sama.
Selain mampu mengakselerasi kebekerjaan para lulusan, lanjut Beny, program MSIB juga memberikan dampak pada positif terhadap perguruan tinggi, utamanya dalam pencapaian indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi negeri. Selain itu, kebekerjaan lulusan juga akan memberikan citra positif kepada masyarakat dan industri mitra.
Baca juga: PKK dan PKW Kembali Digelar, Kemendikbudristek Minta LKP Jemput Bola
“Kami berharap pihak kampus berani menyesuaikan kurikulum di kampus dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka agar mahasiswa bisa mengikuti program MSIB,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Program MSIB, Wachyu Hadi Haji, mengatakan bahwa dengan melihat ketimpangan ketersediaan lapangan kerja saat ini, keikutsertaan mahasiswa dalam program MSIB akan membantu mahasiswa memperoleh pekerjaan.
“Banyak alumni MSIB yang langsung direkrut oleh perusahaan tempat mereka melakukan magang atau studi independen,” tutur Wachyu.
Lihat Juga :