Menata Asa di Bina Bangsa
Senin, 13 Februari 2023 - 18:40 WIB
loading...
A
A
A
Dia memang sempat dimutasi ke SMP Bina Bangsa beberapa waktu tetapi kemudian kembali mengajar TK. "Ibaratnya, kita di rumah tidak punya beras, tapi kalau sampai sekolah kita sapa- selamat pagi anak-anak-hati kita gembira lagi," katanya.
Tiga sekolah Bina Bangsa lainnya, yaitu SD, SMP dan SMA menggunakan kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Ketiganya banyak menorehkan prestasi baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional. Misalnya, meraih medali emas olimpiade bahasa Inggris nasional 2022, medali perak dan emas olimpiade bahasa Indonesia nasional 2022, medali emas karate tingkat provinsi.
Rahmatus Syariah, salah satu orang tua siswa mengaku, memilih menyekolahkan dua anaknya ke sekolah Bina Bangsa karena kualitasnya baik. Anaknya juga dapat menyalurkan bakatnya karena tersedia fasilitas untuk mengembangkan. Salah satu anaknya telah meraih juara membaca puisi di tingkat kecamatan.
Salah satu orang tua murid lainnya, Royendi Gultom mengapresiasi sekolah tersebut karena anaknya memperoleh kesempatan menuntut ilmu dan menorehkan prestasi. "Layanannya tidak ada perbedaan dengan anak karyawan," ujarnya.
![Menata Asa di Bina Bangsa]()
Eko menambahkan, karena fasilitas dan kualitas pendidikan di sekolah tersebut, pihaknya harus menentukan kuota bagi anak di luar perusahaan yang ingin belajar di yayasannya. Hal itu karena tingginya minat masyarakat untuk ikut serta mengenyam pendidikan disana. Kuota diutamakan berdasarkan zonasi masyarakat yang berada di sekitar kawasan perusahaan saja.
Pihaknya membatasi kuato siswa luar karena sudah diwanti-wanti dinas pendidikan setempat. Karena jika tidak dibatasi maka sekolah negeri akan kekuarangan murid.
Tiga sekolah Bina Bangsa lainnya, yaitu SD, SMP dan SMA menggunakan kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Ketiganya banyak menorehkan prestasi baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional. Misalnya, meraih medali emas olimpiade bahasa Inggris nasional 2022, medali perak dan emas olimpiade bahasa Indonesia nasional 2022, medali emas karate tingkat provinsi.
Rahmatus Syariah, salah satu orang tua siswa mengaku, memilih menyekolahkan dua anaknya ke sekolah Bina Bangsa karena kualitasnya baik. Anaknya juga dapat menyalurkan bakatnya karena tersedia fasilitas untuk mengembangkan. Salah satu anaknya telah meraih juara membaca puisi di tingkat kecamatan.
Salah satu orang tua murid lainnya, Royendi Gultom mengapresiasi sekolah tersebut karena anaknya memperoleh kesempatan menuntut ilmu dan menorehkan prestasi. "Layanannya tidak ada perbedaan dengan anak karyawan," ujarnya.

Eko menambahkan, karena fasilitas dan kualitas pendidikan di sekolah tersebut, pihaknya harus menentukan kuota bagi anak di luar perusahaan yang ingin belajar di yayasannya. Hal itu karena tingginya minat masyarakat untuk ikut serta mengenyam pendidikan disana. Kuota diutamakan berdasarkan zonasi masyarakat yang berada di sekitar kawasan perusahaan saja.
Pihaknya membatasi kuato siswa luar karena sudah diwanti-wanti dinas pendidikan setempat. Karena jika tidak dibatasi maka sekolah negeri akan kekuarangan murid.
(poe)
Lihat Juga :