Fenomena ChatGPT, Apa Dampaknya untuk Dunia Pendidikan?
Selasa, 14 Februari 2023 - 17:20 WIB
loading...
Fenomena ChatGPT dinilai akan memberikan dampak pada penulisan karya ilmiah. Foto/Dok/ChatGPT.
A
A
A
JAKARTA - ChatGPT menjadi fenomena baru yang menghebohkan di tengah masyarakat. Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) ini pun ternyata menimbulkan kontroversi baru pada dunia pendidikan tinggi .
Kemunculan website berbasis kecerdasan buatan ChatGPT itu dinilai memungkinkan penggunanya mengakses berbagai informasi dalam bentuk balon percakapan. Di dunia pendidikan, fenomena ini cukup meresahkan karena bisa berujung menjadi kecurangan akademik.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM sebagai unit bagian dari perguruan tinggi di Indonesia pun merespons isu ini melalui “Sarasehan Fisipol UGM Polemik Chat GPT: Bagaimana Perguruan Tinggi Harus Bersikap”.
Dekan Fisipol UGM Wawan Mas’udi menjelaskan, fenomena kecerdasan buatan ini tampaknya cukup mengagetkan namun sebetulnya sudah bisa diprediksi sebelumnya.
“Adanya perkembangan kecerdasan buatan ini bukanlah hal baru, bahkan sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat modern. Sebagai fenomena dan konsekuensi teknologi digital, semestinya bisa kita antisipasi,” katanya, dikutip dari laman UGM, Selasa (14/2/2023).
Kemunculan website berbasis kecerdasan buatan ChatGPT itu dinilai memungkinkan penggunanya mengakses berbagai informasi dalam bentuk balon percakapan. Di dunia pendidikan, fenomena ini cukup meresahkan karena bisa berujung menjadi kecurangan akademik.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM sebagai unit bagian dari perguruan tinggi di Indonesia pun merespons isu ini melalui “Sarasehan Fisipol UGM Polemik Chat GPT: Bagaimana Perguruan Tinggi Harus Bersikap”.
Dekan Fisipol UGM Wawan Mas’udi menjelaskan, fenomena kecerdasan buatan ini tampaknya cukup mengagetkan namun sebetulnya sudah bisa diprediksi sebelumnya.
“Adanya perkembangan kecerdasan buatan ini bukanlah hal baru, bahkan sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat modern. Sebagai fenomena dan konsekuensi teknologi digital, semestinya bisa kita antisipasi,” katanya, dikutip dari laman UGM, Selasa (14/2/2023).
Lihat Juga :