Ratusan Penerima Beasiswa LPDP Belum Pulang, Sosiolog Unair: Fenomena Brain Drain
Kamis, 16 Februari 2023 - 17:13 WIB
loading...
A
A
A
“Jelas itu pelanggaran berat, dalam sosiologi itu termasuk penyimpangan. Artinya tindakan melawan aturan atau hukum yang berlaku sehingga layak mendapat hukuman,’’ katanya, dikutip dari laman Unair, Kamis (16/2/2023).
Sedangkan kategori kedua, lanjutn Tuti, ialah alumni penerima beasiswa yang telah menyelesaikan studi kemudian ditawari bekerja di luar negeri ataupun menikah dengan orang luar negeri.
Akan tetapi awardee kategori kedua ini memenuhi kewajiban untuk membayar denda atau minimal menjalankan kewajiban yang terkait dengan pelanggaran. Tuti menyebut awardee kategori kedua sebagai kelompok brain drain.
Dosen Sosiologi FISIP Unair ini menjelaskan, brain drain adalah perpindahan kaum intelektual, ilmuwan, cendikiawan dari negerinya sendiri dan menetap di luar negeri.
Baca juga: 5 Negara yang Menjadi Tujuan Favorit Pendaftar Beasiswa LPDP
Secara sederhana, kondisi itu digambarkan ketika banyak orang yang memiliki keahlian atau kepandaian. Namun kemampuannya itu tidak digunakan untuk membangun bangsanya atau memajukan negaranya.
Alih-alih memberi kontribusi kepada bangsa, mereka malah lebih memilih bekerja atau berkarier di luar negaranya karena berbagai faktor.
Sedangkan kategori kedua, lanjutn Tuti, ialah alumni penerima beasiswa yang telah menyelesaikan studi kemudian ditawari bekerja di luar negeri ataupun menikah dengan orang luar negeri.
Akan tetapi awardee kategori kedua ini memenuhi kewajiban untuk membayar denda atau minimal menjalankan kewajiban yang terkait dengan pelanggaran. Tuti menyebut awardee kategori kedua sebagai kelompok brain drain.
Dosen Sosiologi FISIP Unair ini menjelaskan, brain drain adalah perpindahan kaum intelektual, ilmuwan, cendikiawan dari negerinya sendiri dan menetap di luar negeri.
Baca juga: 5 Negara yang Menjadi Tujuan Favorit Pendaftar Beasiswa LPDP
Secara sederhana, kondisi itu digambarkan ketika banyak orang yang memiliki keahlian atau kepandaian. Namun kemampuannya itu tidak digunakan untuk membangun bangsanya atau memajukan negaranya.
Alih-alih memberi kontribusi kepada bangsa, mereka malah lebih memilih bekerja atau berkarier di luar negaranya karena berbagai faktor.
Lihat Juga :