Jaga Anak dari Kejahatan Siber

Selasa, 04 Agustus 2020 - 06:07 WIB
loading...
A A A
Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam mengatakan, akses internet sudah menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa. Untuk pengawasan, dia menyebutkan Kemenkominfo sudah mempunyai program Internet Sehat.

"Namun menurut hemat saya, benteng utama untuk memilih akses situs yang sehat ada di diri mahasiswa sendiri sebagai warga negara yang dewasa dan bertanggung jawab," ujarnya.

Guru Besar Universitas Gajah Mada ini juga meminta tugas dosen dan para pendidik selalu mengingatkan mahasiswanya. Selain itu, juga harus mengarahkan untuk menjadikan internet sebagai sumber ilmu dan informasi yang berguna.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menandaskan, untuk menjaga anak-anak dari kejahatan dunia maya, sebenarnya sekarang kontrol pemerintah untuk konten-konten yang kurang baik di dunia maya seperti pornografi sudah cukup baik dengan adanya internet positif.

Kendati demikian, politikus Golongan Karya ini melihat pelaku tidak pernah kehabisan akal untuk melakukan kejahatan, seperti dengan memakai VPN.

"Untuk anak, kuncinya adalah di orang tua untuk selalu memberikan pengawasan saat anak menggunakan gawai. Mungkin tidak mungkin secara 24 jam dilihat, tapi bisa dikontrol dengan misalnya mengecek histori dan lain-lain," saran dia. (Baca juga: Pemkot Jaktim Kejar Dua Pengamen Topeng Monyet di Cakung)

Sementara itu, psikolog Rosdiana Setyaningrum sepakat perlunya pengawasan anak dari ancaman kejahatan siber selama PJJ berlangsung. Salah satu yang rentan terjadi adalah perundungan siber.

“Bisa dari verbal seperti ngata-ngatain dan kekerasan seksual. Bisa aggregation relationship kaya teman mem-bully satu anak atau anaknya dalam pembelajaran jarak jauh mempunyai pacar anak SMA. Dia mengalami bully oleh pacarnya,” ucapnya.

Dia memaparkan, media yang digunakan dalam perundungan daring yakni tulisan, gambar, dan voice note. Menurut dia, setiap terjadi perundungan harus dilihat dari kedua belah pihak, pelaku dan korban. Biasanya anak-anak yang melakukan perundungan itu mempunyai masalah dengan kepercayaan diri.

“Baik pelaku maupun korban memiliki kepercayaan yang kurang baik. Cuma, mereka mengeluarkan dengan cara yang berbeda. Jadi yang satu dengan pede mengambil jalan ekstrem ke sebelah dengan mem-bully orang lain biar kelihatan keren. Yang satu karena enggak pede, enggak berani melawan,” tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Sekolah Yehonala Peringati...
Sekolah Yehonala Peringati Hari Anti Bullying Sedunia 2026 dengan Edukasi dan Komitmen Bersama
Kemendikdasmen Resmikan...
Kemendikdasmen Resmikan PJJ Pendidikan Menengah, Sasar 3.500 Anak Tidak Sekolah
Kemendikdasmen Siapkan...
Kemendikdasmen Siapkan Aturan Baru Budaya Sekolah Aman Mulai Berlaku 2026
Cegah Bullying, Mendikdasmen...
Cegah Bullying, Mendikdasmen Siapkan Regulasi yang Humanis dan Partisipatif
Universitas Ternama...
Universitas Ternama Korea Selatan Kini Tolak Pelaku Bullying, Berlaku Mulai 2026
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Nurul Arifin Sebut Akun...
Nurul Arifin Sebut Akun Medsos Wajib Pakai Nomor HP Bisa Jadi Tameng Indonesia Lawan Kejahatan Siber
Rekomendasi
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
Nissan Qashqai e-Power...
Nissan Qashqai e-Power Menempuh Jarak 1.300 KM dengan Tangki BBM Full
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Tiwi/Fadia Gugur di Perempat Final
Berita Terkini
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
Lowongan Sekolah Rakyat...
Lowongan Sekolah Rakyat 2026 untuk 5.127 PPPK Tendik, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved