Guru Besar Psikologi Ukrida Jadi Pembicara di Harvard University dan UCLA
Selasa, 09 Januari 2024 - 10:38 WIB
loading...
A
A
A
Abmas bersama para muda, juga mengajari mereka untuk berdaya dan mengembangkan usaha melalui bazar bahan kebutuhan pokok dan pakaian bekas layak pakai. Walaupun tingkatannya adalah dusun, masyarakat dimotivasi untuk bisa ikut memulihkan keadaan. Salah satunya melalui potensi yang mereka miliki, seperti menggalang dana dengan menjual produk-produk hasil karya mereka.
“Tujuan lainnya adalah membuktikan bahwa seni sosial dapat merevitalisasi kearifan lokal melalui gotong royong, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menangani masalah sosial,” lanjutnya.
Beberapa manfaat serta pelajaran yang diperoleh dari penelitian dan pengabdian pada masyarakat, antara lain mendukung sistem dana bergulir, sebagai wadah melaksanakan demokrasi, koordinasi, dan menyampaikan pendapat bahkan kritik.
Selain itu juga bermanfaat sebagai wadah beragam informasi dan program kegiatan desa, menambah pendapatan desa karena bisa menyewakan perlengkapan kepada desa tetangga.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan, gagasan yang muncul, di antaranya kolaborasi dengan pakar nasional dan internasional untuk menghasilkan pengetahuan baru terkait masalah sosial.
Gagasan lainnya, yaitu kajian psikologi budaya menggunakan keberagaman budaya di Indonesia, kelompok etnis, bahasa lokal, dan budaya asli. Layanan kesehatan mental yang kemungkinan digabungkan dengan kearifan lokal guna mendukung mekanisme penanggulangan konflik sosial, juga menjadi gagasan untuk ditindaklanjuti bersama.
Menurutnya, terungkap premise bahwa konteks budaya sangat penting untuk melakukan tindakan yang tepat sesuai persepsi komunitas. Dalam hal ini setelah gempa bumi hebat memporakporandakan kehidupan penduduk di Bantul, seni dapat digunakan untuk revitalisasi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Penyajian sosiodrama tersebut sangat dinikmati oleh yang hadir dan mereka sangat tertarik dengan muatan di dalamnya,” pungkasnya.
“Tujuan lainnya adalah membuktikan bahwa seni sosial dapat merevitalisasi kearifan lokal melalui gotong royong, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menangani masalah sosial,” lanjutnya.
Beberapa manfaat serta pelajaran yang diperoleh dari penelitian dan pengabdian pada masyarakat, antara lain mendukung sistem dana bergulir, sebagai wadah melaksanakan demokrasi, koordinasi, dan menyampaikan pendapat bahkan kritik.
Selain itu juga bermanfaat sebagai wadah beragam informasi dan program kegiatan desa, menambah pendapatan desa karena bisa menyewakan perlengkapan kepada desa tetangga.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan, gagasan yang muncul, di antaranya kolaborasi dengan pakar nasional dan internasional untuk menghasilkan pengetahuan baru terkait masalah sosial.
Gagasan lainnya, yaitu kajian psikologi budaya menggunakan keberagaman budaya di Indonesia, kelompok etnis, bahasa lokal, dan budaya asli. Layanan kesehatan mental yang kemungkinan digabungkan dengan kearifan lokal guna mendukung mekanisme penanggulangan konflik sosial, juga menjadi gagasan untuk ditindaklanjuti bersama.
Menurutnya, terungkap premise bahwa konteks budaya sangat penting untuk melakukan tindakan yang tepat sesuai persepsi komunitas. Dalam hal ini setelah gempa bumi hebat memporakporandakan kehidupan penduduk di Bantul, seni dapat digunakan untuk revitalisasi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Penyajian sosiodrama tersebut sangat dinikmati oleh yang hadir dan mereka sangat tertarik dengan muatan di dalamnya,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :