5 Fakta Prodi Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati, Terbaru di UGM dan Pertama di Asia
Jum'at, 17 Mei 2024 - 07:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Terbaru, UGM Buka Jalur Kelas Internasional di Sekolah Vokasi dan Kedokteran Hewan
Program Studi Kurator Keanekaragaman Hayati ini juga dirancang untuk memenuhi permintaan yang meningkat akan tenaga profesional yang berspesialisasi dalam konservasi dan kurasi keanekaragaman hayati, sesuai dengan upaya konservasi nasional dan global.
Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama dan Alumni Fakultas Biologi UGM, Dr. Eko Agus Suyono, menuturkan program pendidikan profesi ini para peserta akan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang keragaman hayati, keterampilan praktis dalam manajemen koleksi, dan kesiapan untuk menjadi pemimpin dalam bidang ini.
Di samping itu, tambah Eko, profesi kurator keanekaragaman hayati ini semakin mengoptimalkan jejaring prodi dan memberikan kesempatan bagi para alumninya untuk menjadi bergabung menjadi anggota Perkumpulan Profesi Ilmu Hayati Indonesia atau Indonesian Biologist Association (IBA).
Pendaftaran untuk program ini dibuka melalui proses penerimaan reguler UM UGM. Selain itu, direncanakan mulai tahun 2025, jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) akan dibuka untuk peserta dengan pengalaman kerja minimal lima tahun di bidang Biologi/Keanekaragaman Hayati.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengakomodasi para profesional yang ingin meningkatkan keahlian mereka dalam konservasi keanekaragaman hayati.
Demikian fakta-fakta menarik prodi baru Prodi Kurator Keanekaragaman Hayati UGM . Semoga bermanfaat.
Program Studi Kurator Keanekaragaman Hayati ini juga dirancang untuk memenuhi permintaan yang meningkat akan tenaga profesional yang berspesialisasi dalam konservasi dan kurasi keanekaragaman hayati, sesuai dengan upaya konservasi nasional dan global.
4. Hal yang Dipelajari
Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama dan Alumni Fakultas Biologi UGM, Dr. Eko Agus Suyono, menuturkan program pendidikan profesi ini para peserta akan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang keragaman hayati, keterampilan praktis dalam manajemen koleksi, dan kesiapan untuk menjadi pemimpin dalam bidang ini.
Di samping itu, tambah Eko, profesi kurator keanekaragaman hayati ini semakin mengoptimalkan jejaring prodi dan memberikan kesempatan bagi para alumninya untuk menjadi bergabung menjadi anggota Perkumpulan Profesi Ilmu Hayati Indonesia atau Indonesian Biologist Association (IBA).
5. Pendaftaran Mulai Dibuka Pada Tahun 2025
Pendaftaran untuk program ini dibuka melalui proses penerimaan reguler UM UGM. Selain itu, direncanakan mulai tahun 2025, jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) akan dibuka untuk peserta dengan pengalaman kerja minimal lima tahun di bidang Biologi/Keanekaragaman Hayati.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengakomodasi para profesional yang ingin meningkatkan keahlian mereka dalam konservasi keanekaragaman hayati.
Demikian fakta-fakta menarik prodi baru Prodi Kurator Keanekaragaman Hayati UGM . Semoga bermanfaat.
(nnz)
Lihat Juga :