Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia Beri Makna Khusus bagi Unika Atma Jaya
Sabtu, 07 September 2024 - 12:11 WIB
loading...
A
A
A
“Mahasiswa, dosen, dan karyawan yang turut dalam semarak menyambut Paus di depan kampus adalah mereka yang berasal dari latar belakang agama bukan Katolik. Semangat toleransi dan inklusivitas dihidupi oleh warga Atma Jaya. Mereka juga sangat antusias dengan momen bersejarah ini,” sambungnya.
Di kesempatan yang sama, Corry Korita Neryceka, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Karir Unika Atma Jaya menyampaikan, bahwa dalam semarak menyambut Bapa Suci, kampus juga menyiapkan “pohon doa” mahasiswa, dosen, dan karyawan diajak untuk menuliskan doa dan harapan yang lalu digantung di pohon tersebut.
“Kehadiran pohon sebagai tanda kepedulian komunitas kampus dalam menciptakan bumi dan lingkungan yang baik. Pohon Doa selanjutnya akan ditanam di area Ruang Terbuka Hijau (RTH) Unika Atma Jaya yang sedang dalam proses akhir revitalisasi, dengan harapan doa-doa & harapan baik itu akan terus hidup dan tinggal bagi Atma Jaya,” ujar Corry.
Unika Atma Jaya berharap melalui kunjungan apostolik Paus Fransiskus ini, kita menyadari pesan perdamaian, persatuan, inklusif, dan pola pikir progresif, tidak hanya bagi umat Katolik tetapi bagi seluruh lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan ras.
Di kesempatan yang sama, Corry Korita Neryceka, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Karir Unika Atma Jaya menyampaikan, bahwa dalam semarak menyambut Bapa Suci, kampus juga menyiapkan “pohon doa” mahasiswa, dosen, dan karyawan diajak untuk menuliskan doa dan harapan yang lalu digantung di pohon tersebut.
“Kehadiran pohon sebagai tanda kepedulian komunitas kampus dalam menciptakan bumi dan lingkungan yang baik. Pohon Doa selanjutnya akan ditanam di area Ruang Terbuka Hijau (RTH) Unika Atma Jaya yang sedang dalam proses akhir revitalisasi, dengan harapan doa-doa & harapan baik itu akan terus hidup dan tinggal bagi Atma Jaya,” ujar Corry.
Unika Atma Jaya berharap melalui kunjungan apostolik Paus Fransiskus ini, kita menyadari pesan perdamaian, persatuan, inklusif, dan pola pikir progresif, tidak hanya bagi umat Katolik tetapi bagi seluruh lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan ras.
(nnz)
Lihat Juga :