Wisuda, Universitas Pertamina Siapkan Lulusan dengan Skill Siap Kerja

Kamis, 27 Agustus 2020 - 16:01 WIB
loading...
Wisuda, Universitas...
Rektor Universitas Pertamina Prof. Akhmaloka saat Wisuda ke-2 UP Tahun Akademik 2019/2020, Rabu (26/8). Foto/ist
A A A
JAKARTA - Universitas Pertamina (UP) berkomitmen untuk terus mencetak sarjana atau lulusan siap kerja agar bisa berkontribusi bagi bangsa dan negara. Salah satunya dengan memberikan para mahasiswa dua mata kuliah yang dapat membantu mereka menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap bersaing.

Rektor UP Prof. Akhmaloka mengatakan, kedua mata Kuliah tersebut adalah Creative Problem Solving dan Critical Thinking. Menurutnya, melalui kedua mata kuliah ini, diharapkan para lulusan dari UP dapat berfikir secara kreatif dan kritis dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi di dunia kerja.

“Bangsa Indonesia menunggu karya inovatif dari para sarjana untuk bangkit menjadi bangsa yang besar. Jangan lupa untuk selalu mengedepankan karakter yang berkemampuan dan berkebiasaan memberikan yang terbaik (giving the best) yang dijiwai oleh akhlak dan budi pekerti yang mulia,” kata Akhmaloka dalam keterangannya yang diterima SINDOnews, Kamis (27/8/2020). (Baca juga: Gandeng PTN, Kemendikbud Dukung Pengembangan SDM Infrastruktur )

Dijelaskannya, saat wawancara daring usai pelaksanaan kegiatan Wisuda ke-2 UP Tahun Akademik 2019/2020, pada Rabu (26/8), bahwa seorang sarjana juga harus memiliki tanggung jawab sosial yang sama besar dengan ipteks yang mereka miliki. "Ipteks adalah kekuatan intelektual manusia. Kekuatan ini akan menjadi bernilai tinggi bila digunakan untuk kepentingan kemanusiaan dan kemaslahatan masyarakat," ujarnya.

Dari 97 wisudawan UP, terdapat 46 wisudawan yang meraih gelar cumlaude pada Wisuda ke-2 Universitas Pertamina. 77 persen dari wisudawan merupakan lulusan program studi sainstek khususnya program studi dari Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi. Ia mengharapkan para wisudawan dapat menjadi harapan baru bagi keberlangsungan dan ketahanan energi nasional di masa depan.  

Seperti diketahui, dunia hari ini sedang mengalami fenomena disrupsi (disruption) dan VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambigue). Pergerakan dunia industri dan persaingan kerja tidak lagi linear. Perubahan ini terjadi secara cepat dan menciptakan tatanan baru. Bahkan saat ini kita sudah terbiasa menggunakan kosa kata “New Normal” atau normal baru untuk menjelaskan kondisi hari ini. (Baca juga: 15 Perguruan Tinggi Masuk Klaster 1, Ini Harapan Kemendikbud )

Di era disrupsi dan VUCA seperti saat ini, perguruan tinggi dituntut untuk berkontribusi lebih besar dalam memberikan pelayanan publik melalui berbagai penelitian yang menghasilkan inovasi dan teknologi tepat guna sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Terdapat tiga persoalan yang sedang dihadapi oleh Bangsa Indonesia saat ini, yaitu: jumlah peneliti yang masih kurang, riset nasional yang belum fokus, dan pendanaan riset yang masih rendah.

Di tengah kondisi ini, World Economic Forum mengatakan bahwa setidaknya terdapat 10 keterampilan kerja yang harus dimiliki oleh setiap orang untuk dapat menembus persaingan kerja.

Sepuluh keterampilan tersebut adalah pemecahan masalah yang rumit (complex problem solving), berpikir kritis (critical thinking), kreativitas, manajemen manusia, koordinasi dengan orang lain, kecerdasan emosional, pengambilan keputusan, orientasi layanan, negosiasi, dan cognitive flexibility. (Baca juga: Menristek: Pentingnya Kolaborasi Riset Ekonomi Berbasis Inovasi Teknologi )

Kreativitas yang pada tahun 2015 berada pada posisi 10, melesat ke posisi tiga teratas dalam deretan keterampilan kerja yang paling dibutuhkan pada tahun 2020, bersama dengan complex problem solving dan critical thinking. Ketiga keterampilan tersebut sangat diperlukan untuk menghadapi perubahan dunia yang semakin tidak bisa diprediksi.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
Unika Atma Jaya Luncurkan...
Unika Atma Jaya Luncurkan Ijazah Digital Berbasis Blockchain
MNC University Dukung...
MNC University Dukung KICAU 2026 FODJP, Dorong Pelajar Kenali Potensi dan Masa Depan
Pijar Foundation dan...
Pijar Foundation dan Unand Dorong Pendidikan Tinggi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
Kemendiktisaintek Rilis...
Kemendiktisaintek Rilis Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Internal Kampus, Apa Isinya?
Malaysia Ajak Mahasiswa...
Malaysia Ajak Mahasiswa Indonesia Perkuat Riset dan Pendidikan Pascasarjana
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Buku Sejarah Gerakan...
Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Diluncurkan, Rekam Perjuangan Sebelum Reformasi 1998
Forum Kebijakan Kita...
Forum Kebijakan Kita di UGM Dorong Mahasiswa Aktif Kawal Demokrasi dan Pendidikan
Rekomendasi
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Berita Terkini
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Buka 5 Prodi Baru, Siapkan Lulusan Siap Kerja
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Jago STEAM, Tim SMPK...
Jago STEAM, Tim SMPK 4 PENABUR Raih Prestasi di Kompetisi Internasional
Hasil Seleksi Administrasi...
Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026 Diumumkan, Cek Akun SIMPKB!
Infografis
Siap Hadapi Perang Baru...
Siap Hadapi Perang Baru dengan Israel, Iran Pamer Kota Rudal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved