Kemendikbud Cairkan Rp9 T untuk PJJ, FSGI: Nasib Guru-Siswa Luring Gimana?
Kamis, 27 Agustus 2020 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
Sejak pandemi COVID-19 merebak di Indonesia, terlihat belum ada tindakan atau intervensi berarti dari pemerintah. Kondisi saat ini dan sekarang adanya bantuan seperti menunjukkan perbedaan treatment antara yang melaksanakan PJJ daring dan luring.
Sejak awal pandemi, FSGI mendesak kemendikbud untuk mendata jumlah guru dan siswa yang belajar secara luring. Satriwan menduga Kemendikbud tidak memiliki data itu. (Baca juga: Anggarkan Rp1 T, Mendikbud Jamin Tak Ada Mahasiswa yang DO Saat COVID-19 )
“Akses terhadap internet yang merata dan penambahan hotspot ke daerah-daerah adalah kebutuhan belajar siswa dan guru saat ini dan ke depan. Apalagi, kita sudah masuk era internet of things (IoT) dalam bingkai revolusi industri 4.0,” tuturnya.
Satriwan menegaskan kunci kemajuan dan sumber daya manusia yang bermutu saat ini itu tergantung pada akses pembelajaran yang berbasis digital. Generasi yang saat ini menempuh pendidikan adalah Z dan alfa.
“Mereka adalah digital native. Bagaimana digital native ini akan menjadi SDM Indonesia yang bermutu jika prasyarat akses dan perangkat digitalnya belum merata dan menyentuh mereka yang berada di pelosok,” pungkasnya.
Sejak awal pandemi, FSGI mendesak kemendikbud untuk mendata jumlah guru dan siswa yang belajar secara luring. Satriwan menduga Kemendikbud tidak memiliki data itu. (Baca juga: Anggarkan Rp1 T, Mendikbud Jamin Tak Ada Mahasiswa yang DO Saat COVID-19 )
“Akses terhadap internet yang merata dan penambahan hotspot ke daerah-daerah adalah kebutuhan belajar siswa dan guru saat ini dan ke depan. Apalagi, kita sudah masuk era internet of things (IoT) dalam bingkai revolusi industri 4.0,” tuturnya.
Satriwan menegaskan kunci kemajuan dan sumber daya manusia yang bermutu saat ini itu tergantung pada akses pembelajaran yang berbasis digital. Generasi yang saat ini menempuh pendidikan adalah Z dan alfa.
“Mereka adalah digital native. Bagaimana digital native ini akan menjadi SDM Indonesia yang bermutu jika prasyarat akses dan perangkat digitalnya belum merata dan menyentuh mereka yang berada di pelosok,” pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :