Ciptakan Ruang Digital Bersih, Pelajar dan Generasi Muda Harus Dijauhkan dari Judi Online
Minggu, 13 Oktober 2024 - 10:42 WIB
loading...
A
A
A
”Orang tua harus mengenali judi yang tersamar sebagai game online. Apalagi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkap ada banyak anak yang terlibat dalam dunia judi online,” jelas Ikhsan.
Dalam diskusi yang dibuka oleh Pj. Bupati OKI Asmar Wijaya sebagai keynote speaker itu, Ikhsan juga memberikan ciri-ciri judi online yang berkedok sebagai game online, di antaranya yaitu berpenampilan mirip dengan game online.
”Ciri lainnya, fitur perjudian terselubung, pembayaran dan pearikan hadiah dengan uang sungguhan, tidak ada regulasi/lisensi, penawaran hadiah menggiurkan, konten tidak cocok untuk semua usia,” ujarnya.
Sejumlah komunitas masyarakat di wilayah Kabupaten OKI yang hadir dalam diskusi, di antaranya, Komunitas pegiat media sosial Layar Kajang, Karang Taruna Kabupaten OKI, komuninas ojek online Kayuagung OKI Jek, Bujang Gadis Bende Seguguk (Ikatan putra putri OKI), Imoki (Ikatan Mahasiswa OKI), serta masyarakat Kabupaten OKI dan sekitarnya.
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Palembang Kemas Muhammad Husni Thamrin menegaskan, kecanduan aktivitas taruhan atau permainan berbasis internet dapat merusak kehidupan finansial, emosional, dan sosial.
Dalam diskusi yang dibuka oleh Pj. Bupati OKI Asmar Wijaya sebagai keynote speaker itu, Ikhsan juga memberikan ciri-ciri judi online yang berkedok sebagai game online, di antaranya yaitu berpenampilan mirip dengan game online.
”Ciri lainnya, fitur perjudian terselubung, pembayaran dan pearikan hadiah dengan uang sungguhan, tidak ada regulasi/lisensi, penawaran hadiah menggiurkan, konten tidak cocok untuk semua usia,” ujarnya.
Sejumlah komunitas masyarakat di wilayah Kabupaten OKI yang hadir dalam diskusi, di antaranya, Komunitas pegiat media sosial Layar Kajang, Karang Taruna Kabupaten OKI, komuninas ojek online Kayuagung OKI Jek, Bujang Gadis Bende Seguguk (Ikatan putra putri OKI), Imoki (Ikatan Mahasiswa OKI), serta masyarakat Kabupaten OKI dan sekitarnya.
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Palembang Kemas Muhammad Husni Thamrin menegaskan, kecanduan aktivitas taruhan atau permainan berbasis internet dapat merusak kehidupan finansial, emosional, dan sosial.
Lihat Juga :