FKIK Atma Jaya Luncurkan 2 Prodi Baru, Cetak Dokter Keluarga dan Apoteker Andal
Jum'at, 18 Oktober 2024 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Fakultas Kedokteran UIN Jakarta Kantongi Izin Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi
Yuda mengatakan, kedua prodi ini dirancang untuk menjawab tantangan kesehatan yang semakin kompleks di Indonesia dan dunia. Penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Untuk itu, peran dokter keluarga semakin penting dalam mencegah dan menangani penyakit-penyakit tersebut.
Program SpKKLP FKIK Unika Atma Jaya hadir untuk mencetak dokter keluarga yang mampu memberikan pelayanan kesehatan holistik, komprehensif, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan, kehadiran kedua program studi ini sangat strategis dalam upaya penyelesaian kualitas dan kualitas tenaga kesehatan Indonesia. Ke depannya, pihaknya berkomitmen untuk berkolaborasi dengan institusi pendidikan, agar masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas.
“Program ini diharapkan dapat memperkuat transformasi pelayanan kesehatan primer, dengan fokus pada upaya promotif, efektif, dan kontinuitas perawatan di keluarga serta komunitas. Program spesialis kedokteran keluarga ini juga penting untuk daerah-daerah yang membutuhkan, sementara program profesi apoteker berperan dalam pengelolaan obat dan pelayanan farmasi untuk masyarakat,” ucap Budi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Yuda mengatakan, kedua prodi ini dirancang untuk menjawab tantangan kesehatan yang semakin kompleks di Indonesia dan dunia. Penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Untuk itu, peran dokter keluarga semakin penting dalam mencegah dan menangani penyakit-penyakit tersebut.
Program SpKKLP FKIK Unika Atma Jaya hadir untuk mencetak dokter keluarga yang mampu memberikan pelayanan kesehatan holistik, komprehensif, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan, kehadiran kedua program studi ini sangat strategis dalam upaya penyelesaian kualitas dan kualitas tenaga kesehatan Indonesia. Ke depannya, pihaknya berkomitmen untuk berkolaborasi dengan institusi pendidikan, agar masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas.
“Program ini diharapkan dapat memperkuat transformasi pelayanan kesehatan primer, dengan fokus pada upaya promotif, efektif, dan kontinuitas perawatan di keluarga serta komunitas. Program spesialis kedokteran keluarga ini juga penting untuk daerah-daerah yang membutuhkan, sementara program profesi apoteker berperan dalam pengelolaan obat dan pelayanan farmasi untuk masyarakat,” ucap Budi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Lihat Juga :