Kritisi Merdeka Belajar 4 dan 5, FSGI: Terminologi Penggerak Berdampak Negatif ke Guru
Rabu, 23 Oktober 2024 - 16:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 26 Episode Merdeka Belajar Era Nadiem Makarim, Akankah Dilanjutkan oleh Menteri Baru?
Perpecahan sebutan kepada para guru ini, ujar Heru, tidak hanya berdampak pada moral dan semangat para guru, tetapi juga pada kualitas pendidikan di Indonesia.
"Guru biasa mungkin merasa kurang termotivasi untuk memberikan yang terbaik karena merasa tidak ada penghargaan atau pengakuan terhadap kerja keras mereka," ujarnya.
Fakta di lapangan, kata dia, sistem Pendidikan Guru Penggerak, baik yang sembilan bulan apalagi tiga bulan tidak dapat mengubah karakter guru dan tidak mampu memberikan kompetensi guru sebagai pemimpin pembelajaran.
"Kalapun ada guru penggerak yang bagus sebenarnya adalah guru-guru yang memang sudah bagus dari sebelum menjadi guru penggerak, jadi bukan merupakan hasil Pendidikan guru penggeraknya," tuturnya.
Baca juga: Bagaimana Nasib Program Merdeka Belajar Usai Nadiem Tak Jadi Mendikbudristek?
Hal ini juga diperparah oleh kecenderungan kementerian yang selalu melakukan klaim keberhasilan program berdasarkan data online terkait jumlah guru penggerak, bukan pada evaluasi tentang seberapa besar dampak baik dari keberadaan guru penggerak bagi siswa atau sekolahnya.
Perpecahan sebutan kepada para guru ini, ujar Heru, tidak hanya berdampak pada moral dan semangat para guru, tetapi juga pada kualitas pendidikan di Indonesia.
"Guru biasa mungkin merasa kurang termotivasi untuk memberikan yang terbaik karena merasa tidak ada penghargaan atau pengakuan terhadap kerja keras mereka," ujarnya.
Fakta di lapangan, kata dia, sistem Pendidikan Guru Penggerak, baik yang sembilan bulan apalagi tiga bulan tidak dapat mengubah karakter guru dan tidak mampu memberikan kompetensi guru sebagai pemimpin pembelajaran.
"Kalapun ada guru penggerak yang bagus sebenarnya adalah guru-guru yang memang sudah bagus dari sebelum menjadi guru penggerak, jadi bukan merupakan hasil Pendidikan guru penggeraknya," tuturnya.
Baca juga: Bagaimana Nasib Program Merdeka Belajar Usai Nadiem Tak Jadi Mendikbudristek?
Hal ini juga diperparah oleh kecenderungan kementerian yang selalu melakukan klaim keberhasilan program berdasarkan data online terkait jumlah guru penggerak, bukan pada evaluasi tentang seberapa besar dampak baik dari keberadaan guru penggerak bagi siswa atau sekolahnya.
Lihat Juga :