Seminar BSKLN: Strategi Pengembangan Jurnal Hubungan Luar Negeri sebagai Media Diplomasi
Rabu, 04 Desember 2024 - 08:48 WIB
loading...
A
A
A
Pembicara pertama secara online, Marten membahas trend jurnal internasional di dunia yang didominasi oleh jurnal dan artikel negara maju. Selain itu, Marten dengan sangat detail memberikan penunjukan pembuatan jurnal yang baik.
Dalam hal ini, Marten mengecek Jurnal Hubungan Luar Negeri yang masih perlu dikembangkan lebih baik lagi. Agar jurnal mempunyai nilai tinggi, maka harus ada konsistensi dan kolaborasi penulis, editor dan reviewer yang berbeda beda lintas kampus, akademisi dan praktisi baik dilevel nasional maupun internasional.
Secara offline, Musa Maliki membahas pentingnya pengembangan jurnal mengacu pada Renstra Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemenlu) sehingga jurnal Hublu harus mempunyai identitas kuat yang mewakili Kementerian Luar Negeri Indonesia. Kegiatan yang dilakukan oleh Kemenlu sebaiknya didokumentasikan secara ilmiah dalam jurnal Hublu agar khalayak umum tahu bahwa proses pengambilan kebijakan politik luar negeri berbasis riset.
Marten dan Musa memberikan kontribusi yang jelas dari arahan awal Sekretaris BSKLN, Nina Kurnia Widhi. “Seminar yang melibatkan akademisi sekaligus praktisi Jurnal ilmiah level nasional ini, diharapkan dapat membantu peningkatan postur Jurnal Hubungan Luar Negeri. Langkah strategis terutama pentingnya menjadikan visi dan misi Kemenlu sebagai pedoman dalam membentuk karateristik Jurnal Hublu,” ujar Nina Kurnia Widhi, dalam keterangan resminya, Rabu (4/12/2024).
Dalam ruang diskusi, Musa menegaskan, “Sikap ilmiah itu harus memihak yang lemah dan bermuatan moral. Intelektual itu harus mempunyai nilai dalam kerja ilmiahnya. Dalam hal ini, Jurnal Hublu harus menampilkan wajah Keindonesiaan dalam kebijakan politik luar negerinya,”.
Dalam hal ini, Marten mengecek Jurnal Hubungan Luar Negeri yang masih perlu dikembangkan lebih baik lagi. Agar jurnal mempunyai nilai tinggi, maka harus ada konsistensi dan kolaborasi penulis, editor dan reviewer yang berbeda beda lintas kampus, akademisi dan praktisi baik dilevel nasional maupun internasional.
Secara offline, Musa Maliki membahas pentingnya pengembangan jurnal mengacu pada Renstra Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemenlu) sehingga jurnal Hublu harus mempunyai identitas kuat yang mewakili Kementerian Luar Negeri Indonesia. Kegiatan yang dilakukan oleh Kemenlu sebaiknya didokumentasikan secara ilmiah dalam jurnal Hublu agar khalayak umum tahu bahwa proses pengambilan kebijakan politik luar negeri berbasis riset.
Marten dan Musa memberikan kontribusi yang jelas dari arahan awal Sekretaris BSKLN, Nina Kurnia Widhi. “Seminar yang melibatkan akademisi sekaligus praktisi Jurnal ilmiah level nasional ini, diharapkan dapat membantu peningkatan postur Jurnal Hubungan Luar Negeri. Langkah strategis terutama pentingnya menjadikan visi dan misi Kemenlu sebagai pedoman dalam membentuk karateristik Jurnal Hublu,” ujar Nina Kurnia Widhi, dalam keterangan resminya, Rabu (4/12/2024).
Dalam ruang diskusi, Musa menegaskan, “Sikap ilmiah itu harus memihak yang lemah dan bermuatan moral. Intelektual itu harus mempunyai nilai dalam kerja ilmiahnya. Dalam hal ini, Jurnal Hublu harus menampilkan wajah Keindonesiaan dalam kebijakan politik luar negerinya,”.
Lihat Juga :