Penguatan Karakter Vital untuk Ekosistem Pendidikan
Rabu, 02 September 2020 - 06:13 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu partisipan, yang memenangkan lomba ini, dengan akun Instagram @meinarrachmawati merefleksikan webinar sebagai sara pembelajaraan yang bermanfaat. “Langsung dipraktikkan di rumah bersama anak. Seru!!!,” ujar nya. Dia juga memposting karya dia yang dibuat bersama anaknya, serta foto tangkapan layar webinar, dengan judul ‘Aku Sudah Ikut Webinar Puspeka, Kamu?’
Pada webinar sebelumnya, Puspeka juga menggelar webinar bertema pengenalan lingkungan sekolah secara virtual: “Menyambut Tahun Ajaran di Kenormalan Baru, Semua Terlibat Semua Hebat”. “Ka mi berharap setelah mengikuti webinar ini 4.600 peserta mendapatkan pencerahan dan siap melakukan pembelajaran di masa kenormalan baru,” tutur Hendarman. (Baca juga: Gubernur Anies Bikin Bank DKI Borong Penghargaan)
Salah satu narasumber webinar ini, yakni artis dan juga politisi Desy Ratnasari mengungkapkan pada Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) orang tua dapat berkontribusi dengan mengawasi kegiatan belajar anak, mendampingi anak selama belajar di rumah, serta memfasilitasi kebutuhan belajar anak.
“Penting bagi orang tua untuk mengetahui karakteristik anak, terutama terkait gaya belajar anak, sehingga dapat mendampingi anak belajar dengan optimal dan tetap menyenangkan meskipun di rumah saja,” papar Desy.
Sementara itu, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dengan cara kreatif agar generasi milenial dapat mengenali dan memahami nilai-nilai Pancasila secara sukarela. Hal tersebut penting, agar Pancasila sebagai dasar negara tidak dilupakan dan disepelekan oleh generasi baru anak bangsa.
Semangat gotong royong, ditambahkan Hilmar, harus diajarkan melalui praktik nyata dan bukan sekadar wacana, melalui kegiatan-kegiatan yang bernuansa kerja sama, dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Di tengah masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, banyak anak muda memiliki inisiatif yang besar untuk bergotong royong membantu masyarakat yang terdampak wabah ini. “Ini adalah bukti konkret kesadaran anak muda dalam mengamalkan nilai gotong royong dikehidupan sehari-hari,” tegasnya. (Lihat videonya: Emak-emak Tipu Petugas SPBU dengan Modus Salah Memberikan Kembalian)
Hilmar menjelaskan bahwa semangat gotong royong dapat menentukan seberapa cepat bangsa Indonesia dapat menyelesaikan segenap masalah yang sedang dialami saat ini. “Kemampuan kita untuk berkolaborasi, mengesampingkan berbagai macam perbedaan, dan mengedepankan tujuan bersama akan membantu Indonesia pulih semakin cepat, bahkan membawa Indonesia semakin maju,” jelas Hilmar. (Neneng Zubaidah/Hanna)
Pada webinar sebelumnya, Puspeka juga menggelar webinar bertema pengenalan lingkungan sekolah secara virtual: “Menyambut Tahun Ajaran di Kenormalan Baru, Semua Terlibat Semua Hebat”. “Ka mi berharap setelah mengikuti webinar ini 4.600 peserta mendapatkan pencerahan dan siap melakukan pembelajaran di masa kenormalan baru,” tutur Hendarman. (Baca juga: Gubernur Anies Bikin Bank DKI Borong Penghargaan)
Salah satu narasumber webinar ini, yakni artis dan juga politisi Desy Ratnasari mengungkapkan pada Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) orang tua dapat berkontribusi dengan mengawasi kegiatan belajar anak, mendampingi anak selama belajar di rumah, serta memfasilitasi kebutuhan belajar anak.
“Penting bagi orang tua untuk mengetahui karakteristik anak, terutama terkait gaya belajar anak, sehingga dapat mendampingi anak belajar dengan optimal dan tetap menyenangkan meskipun di rumah saja,” papar Desy.
Sementara itu, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dengan cara kreatif agar generasi milenial dapat mengenali dan memahami nilai-nilai Pancasila secara sukarela. Hal tersebut penting, agar Pancasila sebagai dasar negara tidak dilupakan dan disepelekan oleh generasi baru anak bangsa.
Semangat gotong royong, ditambahkan Hilmar, harus diajarkan melalui praktik nyata dan bukan sekadar wacana, melalui kegiatan-kegiatan yang bernuansa kerja sama, dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Di tengah masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, banyak anak muda memiliki inisiatif yang besar untuk bergotong royong membantu masyarakat yang terdampak wabah ini. “Ini adalah bukti konkret kesadaran anak muda dalam mengamalkan nilai gotong royong dikehidupan sehari-hari,” tegasnya. (Lihat videonya: Emak-emak Tipu Petugas SPBU dengan Modus Salah Memberikan Kembalian)
Hilmar menjelaskan bahwa semangat gotong royong dapat menentukan seberapa cepat bangsa Indonesia dapat menyelesaikan segenap masalah yang sedang dialami saat ini. “Kemampuan kita untuk berkolaborasi, mengesampingkan berbagai macam perbedaan, dan mengedepankan tujuan bersama akan membantu Indonesia pulih semakin cepat, bahkan membawa Indonesia semakin maju,” jelas Hilmar. (Neneng Zubaidah/Hanna)
(ysw)
Lihat Juga :