Profil Imam Santoso, Dosen ITB yang Pernah Makan Nasi Jelantah Kini Bantu Anak Muda Kuliah Tinggi
Jum'at, 25 Juli 2025 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Ada juga Iqbal anak tukang bangunan dari Bengkulu yang awalnya sempat dicibir tidak mungkin bisa menjadi seorang mahasiswa tetapi sukses menembus ketatnya persaingan Fakultas Kedokteran di Universitas Indonesia (UI).
Baca juga: ITS Buka Lowongan Dosen Tetap Non-PNS 2025, Kirim Lamaran di Sini
Imam Santoso lahir di Jember, Jawa Timur. Sejak usia dini, ia sudah menghadapi berbagai kesulitan hidup. Kedua orang tuanya buta huruf, dan sejak kecil ia diasuh oleh sang nenek yang sangat menekankan pentingnya pendidikan. Imam kecil bahkan pernah mengalami masa sulit, di mana makanan sehari-hari hanya berupa nasi dengan minyak jelantah bekas menggoreng ikan asin.
![Profil Imam Santoso, Dosen ITB yang Pernah Makan Nasi Jelantah Kini Bantu Anak Muda Kuliah Tinggi]()
Baca juga: Kukuhkan Iswanto Sucandy sebagai Anjunct Profesor, FK Unair Siap Kembangkan Bedah Robotik
“Minyaknya itu kan masih ada aromanya, jadi kalau ikan asinnya habis, ya sudah, makan pakai minyaknya saja. Tapi kami tetap bahagia,” ungkap Imam dalam sebuah wawancara, dikutip dari Instagramnya, Jumat (25/7/2025).
Baca juga: ITS Buka Lowongan Dosen Tetap Non-PNS 2025, Kirim Lamaran di Sini
Lahir dari Keluarga Sederhana di Jember
Imam Santoso lahir di Jember, Jawa Timur. Sejak usia dini, ia sudah menghadapi berbagai kesulitan hidup. Kedua orang tuanya buta huruf, dan sejak kecil ia diasuh oleh sang nenek yang sangat menekankan pentingnya pendidikan. Imam kecil bahkan pernah mengalami masa sulit, di mana makanan sehari-hari hanya berupa nasi dengan minyak jelantah bekas menggoreng ikan asin.

Baca juga: Kukuhkan Iswanto Sucandy sebagai Anjunct Profesor, FK Unair Siap Kembangkan Bedah Robotik
“Minyaknya itu kan masih ada aromanya, jadi kalau ikan asinnya habis, ya sudah, makan pakai minyaknya saja. Tapi kami tetap bahagia,” ungkap Imam dalam sebuah wawancara, dikutip dari Instagramnya, Jumat (25/7/2025).
Lihat Juga :