Profil Imam Santoso, Dosen ITB yang Pernah Makan Nasi Jelantah Kini Bantu Anak Muda Kuliah Tinggi
Jum'at, 25 Juli 2025 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Namun menurutnya, kondisi itu tidak boleh berlangsung terus-menerus. “Orang Indonesia tidak boleh seperti itu terus. Nenek saya selalu bilang, kalau kamu ingin sukses ya sekolah. Dan saya percaya itu,” tegas Imam.
Semangat belajar Imam telah tumbuh sejak dini. Ia mengenyam pendidikan di lembaga Muhammadiyah mulai dari TK, SD, hingga SMP. Ketika SMP, ia terinspirasi untuk kuliah ke luar negeri setelah menonton peluncuran pesawat N250 oleh BJ Habibie di televisi.
![Profil Imam Santoso, Dosen ITB yang Pernah Makan Nasi Jelantah Kini Bantu Anak Muda Kuliah Tinggi]()
Awalnya Imam bercita-cita menjadi dokter, namun tidak lolos seleksi masuk kedokteran. Ia tidak menyerah. Dengan tekad kuat, Imam pun mendaftar dan akhirnya diterima di ITB Jurusan Teknik Pertambangan.
Di kampus ternama itu, Imam membuktikan kemampuannya. Ia lulus sebagai lulusan terbaik angkatannya dan mendapat kehormatan menyampaikan pidato kelulusan pada tahun 2007.
Setelah lulus dari ITB, Imam berhasil meraih beasiswa Australian Development Scholarship (kini Australia Awards Scholarships) untuk melanjutkan studi S2 di University of Queensland, Brisbane, Australia.
Tak berhenti di situ, dua tahun kemudian ia kembali meraih beasiswa LPDP untuk studi S3 di Aalto University, Finlandia pada tahun 2014. Di tengah-tengah masa studi S3-nya, Imam juga mulai berkarier sebagai dosen di Jurusan Teknik Metalurgi ITB.
Perjalanan Pendidikan Imam Santoso
Semangat belajar Imam telah tumbuh sejak dini. Ia mengenyam pendidikan di lembaga Muhammadiyah mulai dari TK, SD, hingga SMP. Ketika SMP, ia terinspirasi untuk kuliah ke luar negeri setelah menonton peluncuran pesawat N250 oleh BJ Habibie di televisi.

Awalnya Imam bercita-cita menjadi dokter, namun tidak lolos seleksi masuk kedokteran. Ia tidak menyerah. Dengan tekad kuat, Imam pun mendaftar dan akhirnya diterima di ITB Jurusan Teknik Pertambangan.
Di kampus ternama itu, Imam membuktikan kemampuannya. Ia lulus sebagai lulusan terbaik angkatannya dan mendapat kehormatan menyampaikan pidato kelulusan pada tahun 2007.
Raih Beasiswa ke Australia dan Finlandia
Setelah lulus dari ITB, Imam berhasil meraih beasiswa Australian Development Scholarship (kini Australia Awards Scholarships) untuk melanjutkan studi S2 di University of Queensland, Brisbane, Australia.
Tak berhenti di situ, dua tahun kemudian ia kembali meraih beasiswa LPDP untuk studi S3 di Aalto University, Finlandia pada tahun 2014. Di tengah-tengah masa studi S3-nya, Imam juga mulai berkarier sebagai dosen di Jurusan Teknik Metalurgi ITB.
(nnz)
Lihat Juga :