Sorot Peran dan Tantangan Ulama Perempuan di Indonesia, Hindun Anisah Raih Gelar Doktor Unusia
Selasa, 19 Agustus 2025 - 17:35 WIB
loading...
A
A
A
“Ini memberi warna baru dalam tradisi intelektual Islam di Indonesia,” tegasnya.
Hindun berharap disertasinya ini dapat menjadi pijakan akademik bagi penelitian lanjutan mengenai peran ulama perempuan. “Saya berharap hasil riset ini dapat membuka ruang lebih luas bagi lahirnya generasi baru ulama perempuan yang tidak hanya bergerak di tataran keagamaan, tetapi juga sosial, politik, dan budaya,” ujar Hindun.
Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar yang hadir dalam sidang tersebut menyatakan kebanggaannya atas kiprah Hindun. Menurut Muhaimin, Hindun adalah seorang aktivis yang tidak pernah berhenti berjuang, mengabdikan diri pada gerakan sosial, perempuan, dan keagamaan.
"Yang akhirnya juga dipikirkan dalam gerakan politik. Di mana semua ini butuh pijakan yang kuat, yaitu ilmu. Dengan mendapatkan gelar doktor ini, kita semakin yakin bahwa jalan ke depan akan semakin lurus, semakin tepat sasaran dan tidak akan salah dalam melaksanakan seluruh rangkaian perjuangan dan aktivis yang kita lakukan," ujar Muhaimin.
Ketika ditanya tentang gerakan ulama perempuan di PKB, Muhaimin menyebutkan perempuan memiliki ruang yang sangat luas dalam partai tersebut. "Sejak berdiri memang para pendiri sudah memiliki satu visi ya, membuka seluas-luasnya untuk perempuan yang berpotensi. Makanya begitu lahir Bu Khofifah (Khofifah Indar Parawansa), Menteri pertama Bu Khofifah, begitu juga Bu Ida Faiziyah (menaker 2019-2014)," sebut Muhaimin.
Ia menegaskan, tujuan semua itu adalah untuk mengembangkan keulamaan perempuan. "Habis itulah telah terbukti Hindun dan banyak sekali tokoh-tokoh perempuan yang akhirnya mengabdikan diri di dalam ilmu agama, di dalam ilmu kemasyarakatan, di dalam keulamaan."
Muhaimin menyampaikan pesan khusus untuk Hindun, agar ilmu yang didapatkan semakin memberikan jalan agar seluruh langkah-langkahnya konsisten.
Hindun berharap disertasinya ini dapat menjadi pijakan akademik bagi penelitian lanjutan mengenai peran ulama perempuan. “Saya berharap hasil riset ini dapat membuka ruang lebih luas bagi lahirnya generasi baru ulama perempuan yang tidak hanya bergerak di tataran keagamaan, tetapi juga sosial, politik, dan budaya,” ujar Hindun.
Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar yang hadir dalam sidang tersebut menyatakan kebanggaannya atas kiprah Hindun. Menurut Muhaimin, Hindun adalah seorang aktivis yang tidak pernah berhenti berjuang, mengabdikan diri pada gerakan sosial, perempuan, dan keagamaan.
"Yang akhirnya juga dipikirkan dalam gerakan politik. Di mana semua ini butuh pijakan yang kuat, yaitu ilmu. Dengan mendapatkan gelar doktor ini, kita semakin yakin bahwa jalan ke depan akan semakin lurus, semakin tepat sasaran dan tidak akan salah dalam melaksanakan seluruh rangkaian perjuangan dan aktivis yang kita lakukan," ujar Muhaimin.
Ketika ditanya tentang gerakan ulama perempuan di PKB, Muhaimin menyebutkan perempuan memiliki ruang yang sangat luas dalam partai tersebut. "Sejak berdiri memang para pendiri sudah memiliki satu visi ya, membuka seluas-luasnya untuk perempuan yang berpotensi. Makanya begitu lahir Bu Khofifah (Khofifah Indar Parawansa), Menteri pertama Bu Khofifah, begitu juga Bu Ida Faiziyah (menaker 2019-2014)," sebut Muhaimin.
Ia menegaskan, tujuan semua itu adalah untuk mengembangkan keulamaan perempuan. "Habis itulah telah terbukti Hindun dan banyak sekali tokoh-tokoh perempuan yang akhirnya mengabdikan diri di dalam ilmu agama, di dalam ilmu kemasyarakatan, di dalam keulamaan."
Muhaimin menyampaikan pesan khusus untuk Hindun, agar ilmu yang didapatkan semakin memberikan jalan agar seluruh langkah-langkahnya konsisten.
(nnz)
Lihat Juga :