Profil Pendidikan Adi Adrian, Ketua WAMI yang Dikritik Musisi soal Pembayaran Royalti
Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:40 WIB
loading...
Ketua Wahana Musik Indonesia (WAMI) Adi Adrian yang saat ini lembaganya menjadi sorotan terkait royalti musik. Foto/Instagram @adiadrian22.
A
A
A
JAKARTA - Wahana Musik Indonesia (WAMI) tengah menjadi sorotan publik setelah musisi ternama seperti Ari Lasso, Tompi, dan Ahmad Dhani mengkritik sistem pengelolaan royalti yang dianggap tidak transparan dan merugikan para pencipta lagu.
Salah satu yang paling vokal adalah Ari Lasso yang mengungkap kekecewaannya karena hanya menerima royalti sebesar Rp700 ribu, padahal laporan internal menyebutkan nominal yang seharusnya diterima mencapai puluhan juta rupiah.
Baca juga: WAMI Klaim Sudah Transfer Royalti Puluhan Juta Rupiah ke Ari Lasso dalam 4 Tahap
Ari Lasso menilai sistem distribusi royalti WAMI saat ini tidak berpihak kepada musisi. Karena itu, ia memutuskan membebaskan lagu-lagu hitsnya untuk diputar di kafe, event, hingga penyanyi pernikahan tanpa harus membayar royalti.
![Profil Pendidikan Adi Adrian, Ketua WAMI yang Dikritik Musisi soal Pembayaran Royalti]()
Foto/Instagram @adiadrian22.
Sikap kritis tersebut semakin menguat setelah dirinya mengetahui ada pencairan dana yang salah sasaran atas nama Mutholah Rizal. Ari juga mendesak lembaga seperti BPK, KPK, hingga Bareskrim Polri untuk mengaudit WAMI agar lembaga tersebut lebih kredibel dan transparan.
Baca juga: Ari Lasso Kaget Royalti dari WAMI hanya Rp497 Ribu, Bukan Rp765 Ribu
Ketua WAMI Adi Adrian menjadi sorotan publik dan diminta memberi penjelasan mengenai pengelolaan royalti. Adi Adrian selama ini dikenal sebagai musisi senior dari grup band legendaris Kla Project yang juga dikagumi oleh Ari Lasso.
![Profil Pendidikan Adi Adrian, Ketua WAMI yang Dikritik Musisi soal Pembayaran Royalti]()
Foto/Instagram @adiadrian22.
Tak hanya Ari Lasso, musisi Ahmad Dhani juga menyindir WAMI yang dinilai tajam terhadap kafe dan hotel tetapi lemah terhadap penyanyi dan band besar yang enggan membayar royalti. Ia menilai kebijakan WAMI dalam menarik royalti pernikahan sebesar dua persen dari biaya produksi musik tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dan bisa membebani penyelenggara acara berskala kecil.
Baca juga: Ahmad Dhani Sentil WAMI: Tajam ke Kafe, Hotel, Tumpul ke Penyanyi Kaya Raya
Musisi Tompi bahkan memutuskan keluar dari keanggotaan WAMI karena merasa tak pernah mendapat penjelasan yang jelas soal sistem pembagian royalti. Sebagai bentuk protes, ia juga membebaskan seluruh lagu ciptaannya untuk diputar tanpa harus membayar royalti.
![Profil Pendidikan Adi Adrian, Ketua WAMI yang Dikritik Musisi soal Pembayaran Royalti]()
Foto/Instagram @adiadrian22.
Menanggapi kritik tersebut, Adi Adrian memberikan klarifikasi bahwa nominal royalti yang diterima Ari Lasso sebenarnya mencapai puluhan juta rupiah. Ia menyebut narasi yang menyudutkan WAMI seolah-olah hanya mampu membagikan royalti kecil sangat menyesatkan.
Adi menjelaskan bahwa audit keuangan dilakukan tiap tahun oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen, dan pemerintah juga turut mengawasi operasional WAMI.
Baca juga: Tompi Bongkar Alasan Keluar dari WAMI, Soroti Kisruh Royalti Musik di Indonesia
Mengutip situs resmi Kla Project, Adi Adrian sempat menempuh pendidikan di Universitas Indonesia (UI) jurusan Hukum. Namun kemudian ia memutuskan pindah ke Universitas Trisakti dan mengambil jurusan Desain Grafis. Meski tidak menyelesaikan kuliah di bidang hukum, kreativitasnya di bidang seni dan musik terus berkembang pesat seiring waktu.
![Profil Pendidikan Adi Adrian, Ketua WAMI yang Dikritik Musisi soal Pembayaran Royalti]()
Foto/Instagram @adiadrian22.
Selain aktif bermusik, Adi Adrian juga memiliki rumah produksi bernama Warna Musik yang telah melahirkan sejumlah artis besar Indonesia seperti Andre Hehanussa, Memes, serta trio vokal Rida Sita Dewi.
Bersama Kla Project, Adi Adrian telah merilis lebih dari 20 album dan pada tahun 2002 sempat merilis album solo bertajuk Adi Adrian.
Salah satu yang paling vokal adalah Ari Lasso yang mengungkap kekecewaannya karena hanya menerima royalti sebesar Rp700 ribu, padahal laporan internal menyebutkan nominal yang seharusnya diterima mencapai puluhan juta rupiah.
Baca juga: WAMI Klaim Sudah Transfer Royalti Puluhan Juta Rupiah ke Ari Lasso dalam 4 Tahap
Ari Lasso menilai sistem distribusi royalti WAMI saat ini tidak berpihak kepada musisi. Karena itu, ia memutuskan membebaskan lagu-lagu hitsnya untuk diputar di kafe, event, hingga penyanyi pernikahan tanpa harus membayar royalti.

Foto/Instagram @adiadrian22.
Sikap kritis tersebut semakin menguat setelah dirinya mengetahui ada pencairan dana yang salah sasaran atas nama Mutholah Rizal. Ari juga mendesak lembaga seperti BPK, KPK, hingga Bareskrim Polri untuk mengaudit WAMI agar lembaga tersebut lebih kredibel dan transparan.
Baca juga: Ari Lasso Kaget Royalti dari WAMI hanya Rp497 Ribu, Bukan Rp765 Ribu
Ketua WAMI Adi Adrian menjadi sorotan publik dan diminta memberi penjelasan mengenai pengelolaan royalti. Adi Adrian selama ini dikenal sebagai musisi senior dari grup band legendaris Kla Project yang juga dikagumi oleh Ari Lasso.

Foto/Instagram @adiadrian22.
Tak hanya Ari Lasso, musisi Ahmad Dhani juga menyindir WAMI yang dinilai tajam terhadap kafe dan hotel tetapi lemah terhadap penyanyi dan band besar yang enggan membayar royalti. Ia menilai kebijakan WAMI dalam menarik royalti pernikahan sebesar dua persen dari biaya produksi musik tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dan bisa membebani penyelenggara acara berskala kecil.
Baca juga: Ahmad Dhani Sentil WAMI: Tajam ke Kafe, Hotel, Tumpul ke Penyanyi Kaya Raya
Musisi Tompi bahkan memutuskan keluar dari keanggotaan WAMI karena merasa tak pernah mendapat penjelasan yang jelas soal sistem pembagian royalti. Sebagai bentuk protes, ia juga membebaskan seluruh lagu ciptaannya untuk diputar tanpa harus membayar royalti.

Foto/Instagram @adiadrian22.
Menanggapi kritik tersebut, Adi Adrian memberikan klarifikasi bahwa nominal royalti yang diterima Ari Lasso sebenarnya mencapai puluhan juta rupiah. Ia menyebut narasi yang menyudutkan WAMI seolah-olah hanya mampu membagikan royalti kecil sangat menyesatkan.
Adi menjelaskan bahwa audit keuangan dilakukan tiap tahun oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen, dan pemerintah juga turut mengawasi operasional WAMI.
Riwayat Pendidikan Adi Adrian, Ketua WAMI
Adi Adrian lahir di Medan pada 22 Oktober 1965. Ia dikenal luas sebagai pemain keyboard Kla Project, grup musik yang telah berkiprah lebih dari 37 tahun di industri musik Indonesia.Baca juga: Tompi Bongkar Alasan Keluar dari WAMI, Soroti Kisruh Royalti Musik di Indonesia
Mengutip situs resmi Kla Project, Adi Adrian sempat menempuh pendidikan di Universitas Indonesia (UI) jurusan Hukum. Namun kemudian ia memutuskan pindah ke Universitas Trisakti dan mengambil jurusan Desain Grafis. Meski tidak menyelesaikan kuliah di bidang hukum, kreativitasnya di bidang seni dan musik terus berkembang pesat seiring waktu.

Foto/Instagram @adiadrian22.
Selain aktif bermusik, Adi Adrian juga memiliki rumah produksi bernama Warna Musik yang telah melahirkan sejumlah artis besar Indonesia seperti Andre Hehanussa, Memes, serta trio vokal Rida Sita Dewi.
Bersama Kla Project, Adi Adrian telah merilis lebih dari 20 album dan pada tahun 2002 sempat merilis album solo bertajuk Adi Adrian.
(nnz)
Lihat Juga :