Pelatihan Storytelling Perkuat Peran Bunda Literasi dalam Edukasi Anak Usia Dini
Senin, 22 September 2025 - 14:03 WIB
loading...
Pelatihan storytelling bagi lima bunda literasi perwakilan dari 13 RW pada Program PkM Kolaborasi Nasional yang di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Foto/UAJ.
A
A
A
JAKARTA - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unika Atma Jaya , Sri Hapsari Wijayanti, bersama dosen dari lima universitas di Jakarta merancang pelatihan storytelling bagi lima bunda literasi perwakilan dari 13 RW.
Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaborasi Nasional yang digelar pada 12–13 September 2025 di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.
Para bunda literasi tersebut selama setahun terakhir aktif menumbuhkan minat baca anak-anak melalui PAUD, TK, SD, hingga posyandu. Melalui pelatihan ini, mereka diperkaya dengan teknik bercerita yang lebih hidup, menyenangkan, serta mampu menumbuhkan imajinasi anak-anak.
Baca juga: Menuju SNBP 2026, Intip Biaya Kuliah di ITS, IPB University, dan ITB
Sambutan masyarakat pun sangat positif. Salah satu bunda literasi, Herna dari RW 04, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat. “Kegiatan seperti ini baru kali pertama kami dapatkan dan sangat bermanfaat, terutama bagi kami, bunda literasi,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para dosen tidak hanya memberikan materi, tetapi juga menyerahkan berbagai media pendukung, mulai dari buku cerita, komik, puzzle, boneka jari, boneka tangan, hingga alat musik sederhana.
Desa Patengan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata berkelanjutan. Lanskap alam yang indah, seperti Situ Patengan yang tenang, hamparan kebun teh hijau, dan udara sejuk pegunungan Rancabali, menjadi daya tarik alami yang diperkuat oleh kreativitas warganya.
PkM Kolaborasi Nasional ini rutin diselenggarakan setiap tahun oleh Universitas Persada Indonesia Y.A.I. sejak 2019. Tahun 2025 menjadi penyelenggaraan ke-6 dengan melibatkan 150 dosen dari 67 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Tujuannya tidak hanya sebatas program akademik, tetapi juga membangun jejaring dan kolaborasi jangka panjang antara akademisi dan masyarakat.
Kepala Desa Patengan, Asep Kurniadi, melalui sambutan istrinya, menyampaikan apresiasi penuh atas kegiatan ini. “Kami bangga menjadi tuan rumah kegiatan kolaborasi nasional yang berdampak secara fisik, psikologi, dan sosial bagi masyarakat di sini,” ungkapnya.
Sri Hapsari menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya sekadar transfer ilmu, melainkan juga membangun jejaring, memberdayakan masyarakat, dan membuka jalan menuju desa wisata berkelanjutan.
“Desa Patengan memberi pelajaran penting, bahwa pendidikan bisa tumbuh dari ruang-ruang sederhana ketika ada semangat berbagi dan kolaborasi,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaborasi Nasional yang digelar pada 12–13 September 2025 di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.
Para bunda literasi tersebut selama setahun terakhir aktif menumbuhkan minat baca anak-anak melalui PAUD, TK, SD, hingga posyandu. Melalui pelatihan ini, mereka diperkaya dengan teknik bercerita yang lebih hidup, menyenangkan, serta mampu menumbuhkan imajinasi anak-anak.
Baca juga: Menuju SNBP 2026, Intip Biaya Kuliah di ITS, IPB University, dan ITB
Sambutan masyarakat pun sangat positif. Salah satu bunda literasi, Herna dari RW 04, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat. “Kegiatan seperti ini baru kali pertama kami dapatkan dan sangat bermanfaat, terutama bagi kami, bunda literasi,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para dosen tidak hanya memberikan materi, tetapi juga menyerahkan berbagai media pendukung, mulai dari buku cerita, komik, puzzle, boneka jari, boneka tangan, hingga alat musik sederhana.
Desa Patengan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata berkelanjutan. Lanskap alam yang indah, seperti Situ Patengan yang tenang, hamparan kebun teh hijau, dan udara sejuk pegunungan Rancabali, menjadi daya tarik alami yang diperkuat oleh kreativitas warganya.
PkM Kolaborasi Nasional ini rutin diselenggarakan setiap tahun oleh Universitas Persada Indonesia Y.A.I. sejak 2019. Tahun 2025 menjadi penyelenggaraan ke-6 dengan melibatkan 150 dosen dari 67 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Tujuannya tidak hanya sebatas program akademik, tetapi juga membangun jejaring dan kolaborasi jangka panjang antara akademisi dan masyarakat.
Kepala Desa Patengan, Asep Kurniadi, melalui sambutan istrinya, menyampaikan apresiasi penuh atas kegiatan ini. “Kami bangga menjadi tuan rumah kegiatan kolaborasi nasional yang berdampak secara fisik, psikologi, dan sosial bagi masyarakat di sini,” ungkapnya.
Sri Hapsari menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya sekadar transfer ilmu, melainkan juga membangun jejaring, memberdayakan masyarakat, dan membuka jalan menuju desa wisata berkelanjutan.
“Desa Patengan memberi pelajaran penting, bahwa pendidikan bisa tumbuh dari ruang-ruang sederhana ketika ada semangat berbagi dan kolaborasi,” tuturnya.
(nnz)
Lihat Juga :